Lebaran Sepi? Wisata Bantul Lesu, Ini Penyebabnya!

Kunjungan Wisatawan ke Bantul Turun 17% Selama Lebaran 2025

Libur Lebaran 2025 di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, mencatat penurunan jumlah kunjungan wisatawan sebesar 17% dibandingkan tahun sebelumnya.

Data dari Dinas Pariwisata Bantul menunjukkan adanya 151.260 kunjungan wisata selama periode 28 Maret hingga 7 April 2025, dengan rata-rata kunjungan harian 13.751 orang.

Bacaan Lainnya

Anjloknya Daya Beli dan Faktor Lainnya

Penurunan jumlah wisatawan ini disebabkan beberapa faktor, salah satunya adalah melemahnya daya beli masyarakat.

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebut berkurangnya jumlah pemudik juga turut berkontribusi.

Selain itu, prediksi cuaca ekstrem dan potensi megathrust juga menjadi faktor yang mempengaruhi minat wisatawan berkunjung.

Dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Penurunan kunjungan wisata berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Bantul.

Hingga saat ini, PAD sektor pariwisata Bantul baru mencapai Rp 5.496.636.000, atau sekitar 11% dari target tahun 2025 sebesar Rp 49 miliar.

Perbandingan dengan Lebaran 2024

Pada libur Lebaran 2024 (7-14 April), Bantul mencatat 150.754 kunjungan wisata.

Meskipun angka kunjungan di 2024 terbilang hampir sama dengan 2025, rata-rata kunjungan harian di tahun 2024 lebih tinggi, mencapai 16.568 kunjungan per hari.

Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata Bantul

Pemerintah Kabupaten Bantul perlu merumuskan strategi untuk mengatasi penurunan kunjungan wisatawan ini.

Langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan meliputi peningkatan daya tarik destinasi wisata, promosi yang lebih efektif, dan antisipasi terhadap potensi bencana alam.

Diversifikasi produk wisata dan peningkatan kualitas pelayanan juga penting untuk menarik minat wisatawan dan memulihkan PAD sektor pariwisata.

Upaya kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat, juga krusial untuk keberhasilan strategi pemulihan ini.

Secara keseluruhan, penurunan kunjungan wisatawan ke Bantul selama Lebaran 2025 menjadi tantangan yang perlu ditangani secara serius. Pemerintah daerah dan pelaku pariwisata perlu bekerja sama untuk membangkitkan kembali sektor ini dan mencapai target PAD yang telah ditetapkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *