Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke Bengkulu pada Minggu, 6 April 2025. Kunjungan ini bukan agenda resmi negara.
Kunjungan Pribadi ke Bengkulu
Pesawat Kepresidenan RI-1 mendarat di Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu. Tujuan kedatangannya cukup unik: menjemput asisten pribadinya.
Asisten pribadi Presiden Prabowo, Agung Surahman, merupakan putra daerah Bengkulu. Ia tertinggal pesawat dan tak bisa bergabung dengan rombongan ke Malaysia.
Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menjelaskan kunjungan tersebut bersifat pribadi. Kehadiran Presiden Prabowo di Bengkulu murni untuk menjemput Agung.
Bandara Fatmawati Soekarno: Gerbang Bengkulu
Bandara Fatmawati Soekarno terletak di Jl. Raya Padang Kemiling, Kota Bengkulu. Nama bandara diambil dari nama Fatmawati Soekarno, Ibu Negara ketiga Indonesia.
Dulunya dikenal sebagai Bandar Udara Padang Kemiling. Bandara ini kini menjadi akses utama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi pesisir barat Sumatera.
Fasilitas bandara cukup memadai. Landasan pacunya mampu melayani pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320, A321, dan Boeing 737.
Kehadiran Presiden di Bengkulu
Meskipun kunjungan bersifat pribadi, kehadiran Presiden Prabowo tetap disambut hangat oleh pemerintah daerah. Kunjungan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap warganya.
Presiden Prabowo, karena keterbatasan waktu, tidak sempat turun dari pesawat. Pesan-pesan Presiden terkait pembangunan infrastruktur di Bengkulu akan disampaikan melalui Agung.
Agung Surahman: Ajudan Pribadi yang Loyal
Agung Surahman telah lama menjadi ajudan pribadi Prabowo. Ia telah mendampingi Prabowo bahkan sebelum beliau menjabat sebagai Presiden.
Kepulangan Agung ke Bengkulu untuk bertemu keluarga menjadi penyebab tertinggalnya pesawat. Kejadian ini kemudian memicu kunjungan mendadak Presiden Prabowo.
Kepercayaan Presiden Prabowo kepada Agung menunjukkan loyalitas dan dedikasi Agung dalam menjalankan tugasnya. Hal ini menjadi teladan bagi putra-putri daerah lainnya.
Kehadiran Presiden Prabowo, meskipun singkat, memberikan dampak positif bagi Bengkulu. Selain menjemput asistennya, kunjungan ini juga berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur di Bengkulu, seperti pembangunan jalan tol, revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai, dan pengadaan garbarata di Bandara Fatmawati.





