Sungai Gangga, suci bagi umat Hindu, juga menjadi rumah bagi lumba-lumba sungai yang terancam punah. Keberadaan mereka semakin terancam oleh meningkatnya aktivitas wisata di sungai tersebut.
Lumba-lumba Gangga: Spesies yang Hampir Buta
Berbeda dengan lumba-lumba laut, lumba-lumba Gangga menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah air. Mereka berenang menyamping dan memiliki moncong panjang, namun penglihatan mereka hampir sepenuhnya buta.
Lumba-lumba Gangga merupakan spesies lumba-lumba sungai dan hewan air nasional India. Mereka sebagian besar ditemukan di sistem sungai Gangga-Brahmaputra di India utara.
Populasi yang Menurun dan Ancaman yang Membayangi
Survei terbaru menemukan sekitar 6.327 lumba-lumba sungai di India; 6.324 lumba-lumba Gangga dan hanya tiga lumba-lumba Indus. Kedua spesies ini diklasifikasikan sebagai “terancam punah” oleh IUCN.
Sejak tahun 1980, setidaknya 500 lumba-lumba telah mati. Banyak yang tersangkut jaring ikan atau dibunuh secara sengaja.
Penyebab Kematian Lumba-lumba Gangga
Lumba-lumba sering diburu untuk diambil daging dan lemaknya. Minyak lemak mereka diekstraksi dan digunakan sebagai umpan memancing.
Tabrakan dengan perahu atau tersangkut tali pancing juga menjadi penyebab kematian lumba-lumba. Nelayan seringkali tidak melaporkan kejadian ini karena takut masalah hukum.
Peran Wisata dan Dampaknya
Meningkatnya wisata pelayaran sungai di India mengancam habitat lumba-lumba. Puluhan kapal wisata beroperasi di sungai Gangga dan Brahmaputra.
Gangguan dari kapal wisata berdampak serius pada lumba-lumba yang sensitif terhadap kebisingan. Peningkatan lalu lintas kapal berpotensi mendorong lumba-lumba Gangga menuju kepunahan.
Upaya Konservasi dan Harapan Masa Depan
Pada tahun 2009, lumba-lumba sungai Gangga dinyatakan sebagai hewan air nasional India untuk meningkatkan upaya konservasi. Rencana aksi tahun 2020 dan pusat penelitian khusus tahun 2024 juga telah membantu.
Meskipun demikian, masih banyak yang harus dilakukan. Lumba-lumba sungai hampir buta dan bergantung pada ekolokasi, membuat mereka rentan terhadap ancaman modern.
Penglihatan yang buruk dan kecepatan berenang yang lambat membuat mereka rentan terhadap tabrakan. Siklus reproduksi mereka yang lambat semakin menambah kerentanan mereka.
Meskipun tantangannya besar, upaya konservasi terus dilakukan. Harapan tetap ada untuk masa depan lumba-lumba sungai di India.
Dengan kesadaran yang meningkat dan upaya konservasi yang berkelanjutan, kita dapat berharap agar populasi lumba-lumba Gangga dapat terjaga dan tetap menjadi bagian penting dari ekosistem Sungai Gangga.





