Di tengah bangunan-bangunan mungil di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara, Jawa Tengah, berdiri sebuah bangunan unik. Bentuknya mirip jamur raksasa, mencolok dengan warna semen hitamnya yang polos.
Menara Air Raksasa: Warisan PU Pusat di Klaten
Bangunan yang tampak seperti jamur raksasa ini bukanlah monumen, melainkan menara air milik PDAM Tirta Merapi Kabupaten Klaten. Direktur Teknik PDAM, Sigit Setiawan Bimantoro, menyebutnya sebagai reservoir balance.
Dibangun oleh Departemen Pekerjaan Umum (PU) Pusat pada sekitar tahun 1980 dan diresmikan tahun 1985, menara ini memiliki tinggi 47 meter. Konstruksi cor beton bertulangnya terbukti kokoh, bahkan tahan gempa.
Kapasitas dan Fungsi Menara Air
Menara reservoir ini mampu menampung 1.000 meter kubik air. Fungsinya untuk membantu memenuhi kebutuhan air pelanggan di Kota Klaten, terutama pada jam-jam puncak.
Meskipun awalnya dirancang untuk melayani sekitar 10.000 pelanggan, kini dengan jumlah pelanggan yang mencapai 20.000, fungsinya menjadi kurang optimal.
Ketahanan Terhadap Gempa dan Kondisi Terkini
Konstruksi menara air yang kuat terbukti tahan terhadap gempa yang pernah mengguncang Klaten pada tahun 2006. Hingga kini, bangunan tersebut masih berfungsi dengan baik.
PDAM Tirta Merapi saat ini tengah berupaya mengoptimalkan pelayanan air bersih di Kota Klaten. Salah satu rencana yang sedang dikaji adalah mengambil sumber air dari Karanglo, Kecamatan Polanharjo.
Respons Warga Sekitar dan Nama Gang
Warga sekitar menyebut bangunan ini sebagai menara jamur atau payung karena bentuknya yang unik. Keberadaan menara ini bahkan telah menginspirasi penamaan gang di sekitarnya.
Seluruh gang di sekitar menara air diberi nama Gang Menara Air. Hal ini menunjukkan pentingnya bangunan tersebut bagi warga Desa Jonggrangan.
Bangunan menara air ini berdiri di lahan seluas 2.215 meter persegi milik PDAM, dikelilingi pagar dan lahan kosong. Namun, permukiman penduduk telah mulai berkembang di sekitarnya.
Keberadaan menara air bersejarah ini tidak hanya menjadi landmark unik di Klaten, tetapi juga cerminan upaya penyediaan air bersih di masa lalu. Ketahanan bangunannya yang terbukti kokoh di tengah perkembangan kota, menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya infrastruktur yang kuat dan tahan lama.





