Misteri Gedung 49 Lantai Bangkok: Kok Tak Goyah Saat Gempa?

Menara Sathorn Unique, gedung pencakar langit 49 lantai yang terbengkalai di Bangkok, Thailand, menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah berhasil bertahan dari gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 magnitudo di Myanmar.

Gempa yang mengguncang Asia Tenggara pada 28 Maret 2024 lalu merupakan gempa terkuat di Myanmar dalam seabad terakhir. Getarannya terasa hingga Bangkok, sejauh 1.000 km dari pusat gempa.

Bacaan Lainnya

Misteri Menara Sathorn Unique yang Tahan Gempa

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan di Bangkok, termasuk runtuhnya sebuah bangunan bertingkat tinggi yang sedang dibangun. Banyak bangunan lain pun mengalami guncangan hebat.

Namun, Menara Sathorn Unique, yang terbengkalai lebih dari 30 tahun, tetap berdiri kokoh. Ketahanan bangunan ini terhadap gempa bumi yang kuat menjadi pertanyaan banyak orang di media sosial.

Netizen ramai membicarakan ketahanan gedung tersebut di berbagai platform media sosial. Banyak yang penasaran dengan struktur bangunan yang mampu bertahan dari goncangan hebat tersebut.

Struktur Bangunan dan Spekulasi Ketahanan

Beberapa ahli struktural berspekulasi bahwa desain bangunan yang belum selesai justru menjadi faktor ketahanannya. Kekurangan dinding dan partisi internal mungkin mengurangi beban struktural selama gempa.

Faktor lain yang mungkin berperan adalah jenis tanah di lokasi pembangunan. Kondisi tanah yang stabil dapat membantu meredam guncangan gempa.

Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan penyebab utama ketahanan Menara Sathorn Unique terhadap gempa. Kesimpulan definitif masih menunggu analisis dari para ahli.

Sejarah Menara Sathorn Unique: Dari Mimpi Mewah hingga Gedung Hantu

Menara Sathorn Unique awalnya dirancang pada tahun 1990-an sebagai kompleks perumahan dan perkantoran mewah. Bangunan ini menawarkan pemandangan Sungai Chao Phraya yang menakjubkan.

Namun, krisis keuangan Asia tahun 1997 menghentikan pembangunan secara tiba-tiba. Proyek ini terbengkalai karena kekurangan dana, meninggalkan bangunan setengah jadi yang menyeramkan.

Kondisi bangunan yang belum selesai dan tampilannya yang menyeramkan membuat Menara Sathorn Unique dijuluki “gedung hantu”. Namun, hal ini justru menarik minat wisatawan pencari tantangan.

Destinasi Wisata Ekstrim yang Menarik

Meskipun berstatus bangunan terbengkalai, Menara Sathorn Unique kini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Banyak yang rela membayar untuk memasuki gedung tersebut.

Seorang turis mengungkapkan dirinya membayar 200 baht (sekitar Rp 97.000) kepada penjaga keamanan untuk bisa masuk selama 15 menit. Pemandangan dari atas bangunan menjadi daya tarik utama.

Bahkan, blogger perjalanan terkenal Jack Morris dengan 2,4 juta pengikut Instagram-nya pernah mengunjungi dan mengabadikan keindahan pemandangan dari lantai atas Menara Sathorn Unique.

Menara Sathorn Unique: Antara Misteri dan Potensi

Ketahanan Menara Sathorn Unique terhadap gempa bumi yang kuat menimbulkan pertanyaan sekaligus membuka peluang. Bangunan ini bisa menjadi objek penelitian untuk memahami ketahanan struktur dalam kondisi tertentu.

Di sisi lain, potensi pengembangannya sebagai destinasi wisata unik juga patut dipertimbangkan. Namun, diperlukan perencanaan yang matang dan memperhatikan aspek keselamatan.

Ke depannya, Menara Sathorn Unique mungkin akan tetap menjadi misteri yang menarik. Namun, kisah gedung terbengkalai ini telah memberikan pelajaran berharga tentang ketahanan struktur dan daya tarik tempat-tempat yang tak terduga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *