Gunung Rinjani, ikon wisata Lombok, kembali dibuka untuk pendakian setelah tiga bulan penutupan. Pembukaan ini disambut antusiasme tinggi dari para pendaki.
Lebih dari 700 pendaki telah tercatat mendaki melalui berbagai jalur, termasuk Aik Berik, Timbanuh, Sembalun, Torean, dan Tete Batu. Kepala Balai TNGR, Yarman, menyebut hari pembukaan sebagai hari dengan pendakian penuh.
Jalur Pendakian Favorit dan Destinasi Populer
Jalur Torean dan Sembalun menjadi jalur pendakian paling favorit. Kedua jalur ini ramai dikunjungi pendaki domestik maupun internasional.
Banyak pendaki yang menjadikan Danau Segara Anak dan Pelawangan sebagai tujuan utama. Mereka mencapai lokasi-lokasi tersebut melalui jalur Torean dan Sembalun.
Torean: Rute Menuju Segara Anak dan Puncak Rinjani
Jalur Torean menawarkan akses yang mudah menuju Danau Segara Anak, salah satu destinasi utama di Gunung Rinjani. Dari Segara Anak, pendaki dapat melanjutkan perjalanan ke puncak gunung.
Sembalun: Jalur Populer dengan Pemandangan Menakjubkan
Jalur Sembalun juga menjadi favorit karena menawarkan pemandangan yang spektakuler selama pendakian. Jalur ini juga merupakan salah satu rute utama menuju puncak Rinjani.
Program Bebas Sampah dan Upaya Pelestarian Lingkungan
Balai TNGR menerapkan program bebas sampah untuk menjaga kelestarian Gunung Rinjani. Para pendaki didorong untuk membawa minuman dalam kemasan yang dapat digunakan kembali.
Tujuannya adalah untuk mengurangi sampah plastik dan anorganik yang mencemari lingkungan. Pada tahun 2024 saja, tercatat 40,8 ton sampah dihasilkan dari aktivitas pendakian.
Pengurangan Sampah dan Sanksi bagi Pelanggar
Sampah anorganik seperti plastik, kaleng, dan botol kaca mendominasi sampah yang dihasilkan. Sampah organik dapat terurai secara alami, sedangkan sampah anorganik tidak.
Sebagai upaya pencegahan, Balai TNGR telah memasukkan 202 pendaki ke dalam daftar hitam (blacklist) karena pelanggaran pengelolaan sampah. Sebagian besar pelanggar berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kesimpulan dan Harapan Ke Depan
Pembukaan kembali pendakian Gunung Rinjani menandakan upaya menjaga keseimbangan antara pariwisata dan pelestarian alam. Program bebas sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab para pendaki.
Dengan partisipasi aktif dari semua pihak, keindahan Gunung Rinjani dapat tetap terjaga untuk generasi mendatang. Semoga program ini dapat mengurangi jumlah sampah dan melindungi ekosistem gunung.





