Maskapai penerbangan di Asia meningkatkan kewaspadaan terhadap baterai lithium di pesawat. Langkah ini diambil menyusul beberapa insiden overheat dan kebakaran baterai lithium di dalam pesawat.
Sebuah insiden di bulan Januari lalu melibatkan pesawat Air Busan. Power bank lithium-ion diduga menjadi penyebab kebakaran yang hampir terjadi saat pesawat akan lepas landas.
Penyelidikan menemukan jejak leleh listrik dari sisa-sisa power bank tersebut. Hal ini semakin menguatkan dugaan power bank sebagai sumber potensi bahaya kebakaran.
Bahaya Baterai Lithium-ion di Pesawat
Power bank menjadi aksesori penting bagi penumpang pesawat. Perangkat ini digunakan untuk mengisi daya berbagai gawai selama perjalanan.
Namun, baterai lithium-ion memiliki potensi bahaya kebakaran. Faktor manufaktur, penggunaan yang tidak tepat, dan usia baterai dapat meningkatkan risiko ini.
Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) mencatat lebih dari 500 insiden terkait baterai lithium dalam dua dekade terakhir. Insiden-insiden tersebut melibatkan asap, api, atau panas ekstrem.
Aturan Pengangkutan Baterai Lithium-ion
FAA dan TSA AS mengatur pengangkutan baterai lithium-ion di pesawat. Baterai lithium-ion, termasuk power bank, hanya boleh dibawa di dalam bagasi kabin.
Kebanyakan maskapai mengizinkan maksimal dua power bank dengan daya 100-160 Watt-jam (Wh) per penumpang. Pastikan untuk memeriksa daya power bank Anda karena sebagian besar menggunakan satuan mAh.
Perlu diingat bahwa 100 Wh setara dengan sekitar 27.000 mAh untuk baterai 3,7 volt. Ini cukup untuk mengisi daya iPhone 13 Pro Max sekitar tiga hingga empat kali.
Kebijakan Berbagai Maskapai Penerbangan
Korean Air
Korean Air membatasi penumpang maksimal membawa lima paket baterai 100 Wh di bagasi kabin dan bagasi terdaftar. Aturan ini berlaku untuk memastikan keamanan penerbangan.
Asiana Airlines
Asiana Airlines mewajibkan baterai cadangan dan baterai ekstra (maksimal 160 Wh) dikemas dalam kemasan anti korsleting. Kemasan ini bertujuan untuk mencegah korsleting dan potensi kebakaran.
Singapore Airlines & Scoot
Singapore Airlines mengizinkan power bank hingga 100 Wh. Power bank dengan daya 100-160 Wh memerlukan persetujuan dari maskapai. Aturan serupa juga berlaku di Scoot.
Cathay Pacific
Cathay Pacific menetapkan batas maksimum daya power bank sebesar 100 Wh. Penumpang harus memastikan power bank mereka sesuai dengan ketentuan ini.
Hong Kong Express
Hong Kong Express membatasi daya baterai lithium-ion maksimal 100 Wh dan mewajibkan perlindungan terpisah untuk mencegah korsleting. Keamanan penumpang menjadi prioritas utama.
Qantas
Qantas membatasi penumpang membawa maksimal dua baterai lithium cadangan yang melebihi 100 Wh, dengan daya maksimum 160 Wh. Pengguna perlu memperhatikan batasan ini.
Virgin Australia
Virgin Australia mewajibkan baterai cadangan dimasukkan ke dalam bagasi jinjing dan dilindungi dari korsleting. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan kemasan asli, kantong plastik terpisah, atau selotip pada terminal terbuka.
Air Asia
Air Asia hanya mengizinkan power bank dengan daya maksimal 100 Wh atau 20.000 mAh. Power bank 100-160 Wh memerlukan persetujuan di konter check-in.
Kesimpulannya, peraturan ketat terkait baterai lithium-ion di pesawat bertujuan untuk meminimalisir risiko kebakaran. Sebelum bepergian, pastikan untuk memeriksa peraturan maskapai penerbangan yang Anda gunakan dan memastikan power bank Anda memenuhi persyaratan yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah tanggung jawab bersama.





