Kematian Tragis Anjing Liar Malaysia: Dianiaya Kejam, Kulit Terluka Parah

Sebuah kasus penyiksaan hewan yang mengerikan terjadi di Tawau, Sabah, Malaysia. Seekor anjing liar ditemukan dalam kondisi mengenaskan; sebagian besar kulitnya terkoyak dan berlumuran darah.

Anjing Ditemukan Terluka Parah

Penemuan anjing tersebut terjadi pada 19 Maret 2025 di Taman Da Hua 3. Kondisi anjing sangat memprihatinkan; hampir separuh kulit punggungnya hingga perut robek.

Bacaan Lainnya

Selain itu, anjing malang ini juga menderita luka parah pada otot paha kanan dan pergelangan kaki kanan yang patah. Luka-luka tersebut menunjukkan tanda-tanda penyiksaan yang brutal.

Pertolongan Pertama dan Operasi

Masyarakat Tawau untuk Pencegahan Kekejaman terhadap Hewan (SPCA) segera bertindak. Mereka membawa anjing tersebut ke klinik hewan untuk mendapatkan perawatan medis.

Operasi dilakukan untuk memperbaiki dan menjahit kembali kulit yang robek. Sayangnya, upaya penyelamatan ini berakhir tragis.

Tragis, Anjing Meninggal Setelah Operasi

Setelah hampir tiga jam menjalani operasi, anjing tersebut berhenti bernapas. Upaya resusitasi jantung paru (CPR) dan suntikan adrenalin gagal menyelamatkan nyawanya.

Kematian anjing diduga disebabkan oleh pendarahan internal yang hebat atau kegagalan organ akibat cedera traumatis yang dialaminya. Kasus ini menyayat hati.

Tanggapan Asosiasi Hewan Liar Malaysia (SAFM)

SAFM mengecam keras tindakan keji tersebut dan mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Mereka telah melaporkan kasus ini ke polisi dan Departemen Layanan Kedokteran Hewan Malaysia (DVS).

SAFM juga menyerukan kepada saksi mata untuk memberikan informasi yang dapat membantu mengungkap pelaku kekejaman ini. Mereka menekankan bahwa tindakan menguliti hewan hidup adalah kejahatan yang tak dapat ditoleransi.

Hukuman Berat Menanti Pelaku

Di Malaysia, Undang-Undang Kesejahteraan Hewan 2015 mengatur sanksi berat bagi pelaku penganiayaan hewan. Pelaku dapat didenda hingga RM 100.000 (sekitar Rp 371 juta) atau dipenjara hingga tiga tahun, atau keduanya.

Kasus ini menjadi pengingat penting tentang perlunya perlindungan hewan dan penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan kekejaman terhadap hewan. Semoga kasus ini dapat segera terungkap dan keadilan ditegakkan.

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya kesadaran masyarakat akan kesejahteraan hewan dan perlunya tindakan pencegahan yang lebih efektif untuk melindungi mereka dari tindakan kekejaman. Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk lebih peduli dan menghormati hak-hak hewan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *