Gempa Dahsyat Guncang Mandalay: Kota Emas Terkubur Duka & Derita

Mandalay, dulunya dikenal sebagai Kota Emas yang mempesona, kini berduka. Gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter telah menghancurkan kota ini.

Ribuan nyawa melayang dan ribuan lainnya terluka. Kota ini porak poranda, meninggalkan luka mendalam bagi penduduknya.

Bacaan Lainnya

Mandalay: Kota Bersejarah yang Hancur

Sebelum bencana, Mandalay terkenal akan situs-situs bersejarahnya yang megah.

Pagoda berkilauan, gundukan pemakaman Buddha, Mandalay Hill, Desa kuil Buddha Sima, dan Mandalay Palace, bekas istana kerajaan, menjadi saksi bisu kehancuran.

Kerusakan Infrastruktur dan Korban Jiwa

Gempa bumi mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang parah.

Berdasarkan laporan BBC pada 2 April 2025, tercatat 2.700 orang meninggal dunia, 4.521 terluka, dan ratusan lainnya hilang.

Angka korban jiwa diperkirakan akan terus meningkat seiring berjalannya proses evakuasi dan pencarian korban.

Upaya Penyelamatan yang Terhambat

Upaya bantuan terhambat oleh infrastruktur yang buruk dan konflik sipil di Myanmar.

Militer Myanmar yang memiliki rekam jejak menekan skala bencana nasional turut mempersulit upaya pertolongan.

Banyak jenazah yang harus dikremasi massal karena jumlahnya yang sangat banyak.

Kesaksian Penduduk yang Mengalami Trauma

Penduduk Mandalay menghabiskan malam-malam tanpa tidur di jalanan karena ketakutan dan kekurangan pasokan makanan dan air.

Seorang mahasiswi berusia 23 tahun, J, kehilangan bibinya dalam gempa tersebut. Jasad bibinya baru ditemukan dua hari kemudian.

J dan banyak penduduk lainnya tinggal di tenda darurat atau di jalanan, takut akan gempa susulan.

Seorang pendeta, Ruate, menceritakan trauma putranya yang berusia delapan tahun setelah menyaksikan rumahnya hancur.

Ruate menambahkan bahwa kejadian ini menambah keputusasaan penduduk Myanmar yang sudah sering mengalami bencana, baik alam maupun buatan manusia.

Tanggapan Pemerintah dan Internasional

Kepala militer Myanmar, Min Aung Hlaing, memperkirakan jumlah korban tewas mungkin melebihi 3.000.

Namun, Survei Geologi AS memperkirakan jumlah korban tewas bisa lebih dari 10.000.

Myanmar telah menetapkan masa berkabung nasional dan meminta bendera dikibarkan setengah tiang.

Gempa bumi juga berdampak pada Thailand dan China.

Bencana ini bukan hanya menghancurkan Kota Emas, tetapi juga menghancurkan harapan dan mimpi ribuan penduduknya. Peristiwa ini menjadi pengingat betapa rentannya kehidupan manusia di hadapan kekuatan alam, dan betapa pentingnya solidaritas global dalam menghadapi bencana kemanusiaan seperti ini. Pemulihan Mandalay akan menjadi proses panjang dan berat, membutuhkan dukungan internasional yang signifikan dan kerja keras dari masyarakat Myanmar sendiri.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *