Sopir Travel Sukabumi Dipalak! Rp20 Ribu Per Orang, Viral!

Sopir travel gelap di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban aksi pemalakan oleh oknum sopir angkot. Para pelaku meminta uang sebesar Rp20.000 per penumpang.

Aksi Pemalakan Viral di Media Sosial

Aksi pemalakan ini terungkap melalui dua video yang beredar luas di media sosial. Video tersebut memperlihatkan sejumlah pria yang diduga sopir angkot mengadang dan memalak sopir travel.

Bacaan Lainnya

Video pertama menunjukkan para pelaku mengelilingi minibus travel. Mereka terlihat berbicara dengan sopir, tangan mereka menempel di kaca mobil.

Video kedua, yang direkam dari dalam mobil travel, memperlihatkan dengan lebih jelas aksi pemalakan tersebut. Salah satu pelaku bahkan secara terang-terangan menyebutkan jumlah uang yang diminta.

Satgas Premanisme Buru Pelaku

Menanggapi viralnya video tersebut, Satgas Pemberantasan Premanisme Kabupaten Sukabumi langsung bergerak. Tim yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Hartono, kini memburu para pelaku.

Iptu Hartono menyatakan bahwa tim Resmob sudah diterjunkan dan sedang melakukan penyelidikan. Meskipun sebelumnya Polsek telah melakukan pendekatan persuasif, penyelidikan tetap dilanjutkan.

Satgas Pemberantasan Premanisme baru dibentuk untuk menekan aksi-aksi premanisme di Kabupaten Sukabumi. Kasus ini menjadi salah satu penanganan pertama bagi tim yang baru terbentuk.

Alasan Para Pelaku Memalak

Dalam video, para pelaku mengaku dirugikan oleh keberadaan travel gelap yang beroperasi bebas, terutama menjelang Lebaran. Mereka mengeluhkan penurunan jumlah penumpang akibat persaingan tersebut.

Namun, keluhan tersebut justru berujung pada aksi pemalakan. Mereka meminta uang kepada sopir travel dengan dalih untuk mengamankan perjalanan.

Kronologi Pemalakan

Para pelaku secara tegas meminta uang sebesar Rp20.000 per penumpang. Mereka menjamin keamanan perjalanan jika sopir mau membayar.

Sopir travel sempat bertanya apakah harus menurunkan penumpang di lokasi. Pelaku memberi pilihan antara membayar atau menurunkan penumpang.

Percakapan antara sopir travel dan pelaku menunjukkan tekanan yang diberikan. Sopir merasa terintimidasi dan dipaksa untuk membayar.

Dampak dan Kecaman Publik

Aksi pemalakan yang terjadi di siang hari ini mendapat perhatian khusus dari Satgas Pemberantasan Premanisme. Aksi ini juga menuai kecaman luas di media sosial.

Warganet mengecam tindakan para pelaku yang dianggap merusak citra angkutan umum dan meresahkan masyarakat. Mereka berharap polisi segera menangkap para pelaku.

Kasus ini menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap aksi premanisme dan perlindungan bagi para sopir travel dari tindakan kriminal. Semoga kasus ini segera terungkap dan pelaku mendapat sanksi yang setimpal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *