Seorang pekerja hutan di Taman Nasional Kuno, India, menghadapi tindakan pendisiplinan. Penyebabnya? Ia terlihat memberi air kepada seekor citah dan anaknya.
Pegawai Hutan Langgar Prosedur
Insiden ini viral setelah sebuah video beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan seorang sopir di suaka margasatwa tersebut memberikan air minum kepada hewan langka itu.
Pihak Taman Nasional menyatakan pria tersebut melanggar aturan. Hanya petugas yang berwenang yang diperbolehkan mendekati citah.
Aturan Ketat untuk Citah
Citah dinyatakan punah di India pada 1952. Reintroduksi citah ke Kuno pada 2022 merupakan bagian dari upaya pelestarian spesies.
Prosedur ketat diterapkan untuk melindungi citah dan mencegah konflik manusia-hewan. Ini penting untuk keberhasilan program reintroduksi.
Motif Pemberian Air dan Reaksi Publik
Video menunjukkan beberapa orang meminta pria itu memberi air kepada citah bernama Jwala dan anak-anaknya. Mereka kehausan dan mendekati batas taman.
Meskipun tampak “mengharukan”, banyak yang mempertanyakan keselamatan manusia dan hewan dalam situasi tersebut.
Solusi Alternatif untuk Pencegahan Konflik
Beberapa netizen menyarankan solusi lebih baik. Yakni, menyediakan sumber air di dalam taman agar citah tak perlu mendekati permukiman.
Ketegangan antara penduduk desa dan citah juga menjadi perhatian. Hewan-hewan itu terkadang masuk ke ladang dan menyerang ternak.
Upaya Mitigasi Konflik Manusia-Satwa Liar
Penduduk desa di sekitar taman nasional pernah melempari citah. Hal ini terjadi karena serangan citah ke ternak mereka.
Pihak berwenang berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat. Tujuannya agar warga setempat dapat beradaptasi dan hidup berdampingan dengan citah.
Kejadian ini menyoroti kompleksitas konservasi satwa liar. Diperlukan keseimbangan antara perlindungan hewan dan keamanan manusia, serta kerjasama antara petugas taman nasional dan masyarakat sekitar.





