Iguana Purba: Petualangan Menakjubkan 8000 Km Melintasi Pasifik

Iguana modern ternyata memiliki nenek moyang yang melakukan perjalanan laut terpanjang yang pernah dilakukan oleh vertebrata darat. Perjalanan epik ini terjadi sekitar 34 juta tahun lalu, melintasi Samudra Pasifik.

Perjalanan Menakjubkan Nenek Moyang Iguana

Nenek moyang iguana ini menempuh jarak hampir 8.000 kilometer, atau seperlima keliling bumi, dari pantai barat Amerika Utara menuju Fiji. Ini berdasarkan penelitian terbaru yang memanfaatkan bukti genetik.

Bacaan Lainnya

Para peneliti berteori bahwa perjalanan luar biasa ini dilakukan dengan mengarungi lautan di atas vegetasi terapung. Vegetasi tersebut mungkin terdiri dari pohon atau tanaman yang tumbang akibat peristiwa alam.

Misteri Asal-usul Iguana Fiji

Selama beberapa dekade, asal-usul iguana di Fiji menjadi misteri bagi para ilmuwan. Teori-teori sebelumnya mengusulkan berbagai kemungkinan, termasuk migrasi melalui daratan dari Asia atau Australia.

Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Dr. Simon Scarpetta dari University of San Francisco, menantang teori-teori tersebut. Penelitian ini memfokuskan pada analisis genetik dan mempertimbangkan berbagai hipotesis lain.

Bukti Genetik Mengungkap Perjalanan Laut

Studi yang diterbitkan dalam jurnal *Proceedings of the National Academy of Sciences* ini menganalisis gen dari 14 spesies iguana yang masih hidup. Analisis tersebut menunjukkan hubungan dekat iguana Fiji dengan *dipsosaurus*, sejenis iguana gurun dari Amerika Serikat barat daya dan Meksiko barat laut.

Temuan ini mendukung teori perjalanan laut, bukan migrasi melalui daratan. Perjalanan ini diperkirakan terjadi sekitar 34 juta tahun yang lalu.

Analogi Peristiwa Alam dan Kemampuan Bertahan Hidup Iguana

Penelitian sebelumnya menunjukkan kemampuan iguana untuk bertahan hidup dalam perjalanan laut jarak jauh. Contohnya, munculnya sedikitnya 15 iguana hijau di pantai Anguilla setelah mengapung hampir 322 kilometer dari Guadeloupe pada tahun 1995.

Peristiwa cuaca besar, seperti badai atau banjir, dapat menumbangkan vegetasi dan membawa hewan-hewan bersamanya. Ini mendukung teori iguana Fiji tiba di sana melalui “sweepstakes dispersal,” sebuah peristiwa langka yang memungkinkan spesies menjajah daerah terpencil.

Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana spesies lain menjajah daerah terisolasi. Memahami mekanisme penyebaran seperti ini sangat penting untuk memahami evolusi dan biogeografi spesies di seluruh dunia. Temuan ini juga menegaskan pentingnya memperhatikan peristiwa alam yang ekstrem dalam membentuk persebaran makhluk hidup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *