Pemain Timnas Indonesia, Ole Romeny dan Marselino Ferdinan, telah kembali ke klub mereka, Oxford United, setelah membela negara. Perjalanan panjang mereka dari Jakarta ke Oxford menuntut stamina ekstra.
Perjalanan Panjang Menuju Oxford
Perjalanan dari Jakarta ke Oxford bukanlah perjalanan singkat. Tidak ada penerbangan langsung, sehingga mereka harus transit melalui beberapa kota di Eropa.
Beberapa pilihan penerbangan melibatkan transit di London (Luton, Heathrow, atau Gatwick), dengan kemungkinan transit tambahan di kota-kota seperti Doha atau Istanbul. Durasi perjalanan bisa mencapai belasan bahkan puluhan jam.
Opsi Penerbangan dan Durasi Perjalanan
Qatar Airways menawarkan beberapa rute, termasuk transit di Doha dan Istanbul menuju London Luton (sekitar 19 jam), atau transit di Doha dan Jenewa (sekitar 26 jam).
Maskapai lain seperti Emirates, Turkish Airlines, dan China Southern juga menyediakan penerbangan ke London, namun durasi perjalanan bervariasi tergantung rute dan jumlah transit.
Dampak Jet Lag pada Pemain
Perjalanan panjang melintasi banyak zona waktu berpotensi menyebabkan jet lag. Kondisi ini ditandai dengan gangguan tidur, kelelahan, dan berbagai gejala lainnya.
Gejala jet lag dapat meliputi sakit kepala, insomnia, kelelahan ekstrem, nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga perubahan suasana hati. Pemulihan dari jet lag bisa memakan waktu beberapa hari.
Mengatasi Jet Lag Setelah Perjalanan Jauh
Penelitian menunjukkan bahwa pemulihan dari jet lag yang diakibatkan perjalanan melewati enam zona waktu atau lebih bisa memakan waktu 4-6 hari.
Para pemain, khususnya, perlu memperhatikan hal ini agar kondisi fisik mereka pulih dan siap bertanding kembali.
Kembali Bertanding Setelah Perjalanan Ekstrem
Pelatih Oxford United, Gary Rowett, menyadari tantangan yang dihadapi Ole dan Marselino setelah perjalanan panjang dan melelahkan ini.
Rowett mengakui bahwa perjalanan jauh, termasuk singgah di Sydney, membuat kondisi pemain tidak optimal untuk langsung bertanding. Ia akan mempertimbangkan kondisi fisik mereka sebelum menentukan posisi bermain.
Ole sendiri mengaku langsung tancap gas setelah kembali ke Oxford, bahkan harus melakukan perjalanan enam jam pulang-pergi dengan bus untuk pertandingan melawan Middlesbrough.
Kisah perjalanan pulang Ole dan Marselino ini menyoroti tantangan yang dihadapi atlet profesional ketika harus menyeimbangkan kewajiban internasional dengan klub. Perjalanan yang melelahkan dan potensi jet lag harus dipertimbangkan untuk menjaga performa dan kesehatan pemain.





