Wisatawan Bulgaria Mabuk, Bawa Sajam Saat Malam Pengerupukan Bali

Seorang warga negara Bulgaria ditangkap polisi di Bali setelah membuat keributan saat malam pengerupukan, sehari sebelum Hari Raya Nyepi, Jumat (29/3/2025).

Dia diamankan oleh Polres Badung dalam keadaan mabuk, menurut Kabid Humas Polda Bali, Kombes Ariasandy.

Bacaan Lainnya

Bule Mabuk Bikin Onar di Dekat Pura

Kejadian tersebut direkam dan tersebar di media sosial. Insiden terjadi di dekat Pura Desa Puseh, Desa Tumbak Bayu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Video memperlihatkan seorang bule berbadan sedang, kepala plontos, jenggot tipis, mengenakan baju hitam dan celana pendek putih.

Ia terlihat terlibat cekcok dengan pecalang (petugas keamanan adat Bali) menggunakan bahasa asing. Sebuah pisau lipat miliknya juga diperlihatkan dalam video tersebut.

Penangkapan dan Kronologi Singkat

Polisi mengamankan bule Bulgaria tersebut sekitar pukul 03.45 WITA.

Identitas lengkap dan motif di balik tindakannya masih belum diungkap secara rinci oleh pihak berwajib.

Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut.

Malam Pengerupukan: Tradisi Unik Jelang Nyepi

Malam pengerupukan merupakan bagian penting dari rangkaian Hari Raya Nyepi.

Tradisi ini bertujuan mengusir Bhuta Kala, manifestasi dari sifat-sifat buruk, dari lingkungan sekitar.

Upacara dan Pengarakkan Ogoh-ogoh

Acara diawali dengan upacara Tawur Agung Kesanga, dilanjutkan dengan pengarakkan ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh, patung menyeramkan yang melambangkan Bhuta Kala, diarak keliling desa dan kemudian dibakar.

Makna Pembakaran Ogoh-ogoh

Pembakaran ogoh-ogoh melambangkan pemusnahan kejahatan dan kesialan.

Setelah pengerupukan, masyarakat Bali merayakan Nyepi dengan menjalankan Catur Brata Penyepian (empat pantangan).

Sejarah dan Perkembangan Ogoh-ogoh

Tradisi pembuatan dan pengarakkan ogoh-ogoh mulai meluas di Bali sejak tahun 1980-an.

Dahulu terbuat dari kayu dan bambu, kini ogoh-ogoh dibuat lebih rumit dan artistik menggunakan bahan-bahan modern.

Kejadian ini menjadi sorotan karena terjadi di tengah perayaan adat yang sakral. Semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dan tidak mengganggu kelancaran Hari Raya Nyepi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *