Jaksa Agung ST Burhanuddin baru-baru ini melakukan mutasi besar-besaran di tubuh Kejaksaan Tinggi. Mutasi ini melibatkan enam Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati).
Mutasi Enam Kepala Kejaksaan Tinggi
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Harli Siregar, membenarkan adanya mutasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa beberapa Kajati telah memasuki usia pensiun (60 tahun).
Keenam Kajati yang dimutasi berasal dari berbagai daerah. Diantaranya Aceh, Bengkulu, Yogyakarta, Lampung, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
Kajati Jawa Timur yang Baru
Salah satu mutasi yang menonjol adalah Kuntadi, mantan Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung. Ia kini ditunjuk sebagai Kajati Jawa Timur, menggantikan Mia Amiati yang memasuki masa pensiun.
Daftar Kajati yang Dimutasi
Mutasi ini tertuang dalam Surat Perintah Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor: PRIN-23/A/JA/04/2025. Pelantikan enam Kajati baru tersebut dijadwalkan pada Rabu, 23 April 2025 di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan.
Berikut daftar lengkap Kajati yang dimutasi:
- Kuntadi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur
- Yudi Triadi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh
- Danang Suryo Wibowo menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung
- Ahelya Abustam menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat
- Riono Budisantoso menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Yogyakarta
- Victor Antonius Saragih Sidabutar menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu
Alasan di Balik Mutasi
Meskipun alasan resmi adalah pensiunnya beberapa Kajati, mutasi jabatan di lingkungan Kejaksaan Agung merupakan hal yang lumrah dan bertujuan untuk penyegaran dan optimalisasi kinerja.
Mutasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja Kejaksaan Tinggi di daerah masing-masing. Hal ini juga merupakan bagian dari upaya untuk menjaga integritas dan profesionalisme di lingkungan Kejaksaan.
Dengan adanya mutasi ini, diharapkan kinerja Kejaksaan Tinggi di berbagai daerah dapat semakin optimal dalam menegakkan hukum dan keadilan di Indonesia. Proses pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar.





