Operasi Damai Cartenz bersama Polres Yahukimo dan TNI berhasil mengevakuasi 15 jenazah korban serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan. Jumlah korban tewas akibat pembantaian ini terus bertambah.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyatakan bahwa semua jenazah telah dievakuasi. KKB yang bertanggung jawab menamakan diri sebagai Kodap XVI Yahukimo dan Kodap III Ndugama.
Tiga jenazah terbaru ditemukan di lokasi penambangan emas. Lokasi penemuan meliputi Area 22 dan Area 33 pendulangan emas Yahukimo, serta Tanjung Pamali.
Jenazah-jenazah tersebut telah dibawa ke RSUD Dekai. Di sana, Tim Dokkes Polri dan DVI Polri akan melakukan identifikasi lebih lanjut.
Evakuasi Jenazah dan Penyelamatan Korban
Proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Pihak berwenang berkomitmen untuk menemukan korban lainnya dan menangkap para pelaku.
Sebanyak 15 jenazah ditemukan di berbagai lokasi. Lokasi penemuan tersebar di Tanjung Pamali, Kampung Bingki, Area 22 dan 33 pendulangan emas Yahukimo, Muara Kum, Kabupaten Pegunungan Bintang, dan Area Kepala Air Mumok.
Dua orang selamat ditemukan di Tanjung Pamali. Mereka adalah Johanis Adu dan Suwito, yang kini mendapatkan perawatan medis dan pendampingan psikologis di Dekai.
Rincian Lokasi Penemuan Jenazah
Tiga jenazah ditemukan di Tanjung Pamali. Lima jenazah ditemukan di dua titik berbeda di Kampung Bingki.
Tiga jenazah ditemukan di Area 22 pendulangan emas Yahukimo. Satu jenazah ditemukan di Area 33 pendulangan emas Yahukimo.
Satu jenazah ditemukan di Muara Kum. Satu jenazah ditemukan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Satu jenazah ditemukan di Area Kepala Air Mumok.
Proses Identifikasi dan Penyerahan Jenazah kepada Keluarga
Keluarga korban dilibatkan aktif dalam proses identifikasi jenazah. Kerjasama ini menunjukan komitmen untuk memberikan penghormatan terakhir bagi para korban.
Dari 15 jenazah, 12 telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. Pihak berwenang juga memberikan pendampingan menyeluruh kepada keluarga korban.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, memastikan hal ini. Pendampingan meliputi aspek psikologis dan administratif.
Upaya Penanganan Kejahatan dan Pencegahan di Masa Depan
Operasi Damai Cartenz terus berupaya mengungkap kasus ini secara tuntas. Pencarian pelaku dan pengungkapan motif kejahatan menjadi fokus utama.
Selain evakuasi dan identifikasi, upaya pencegahan di masa depan juga penting. Peningkatan keamanan dan kerjasama dengan masyarakat lokal akan menjadi kunci keberhasilan.
Pemerintah perlu meningkatkan keamanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Hal ini akan membantu mencegah insiden serupa terulang kembali.
Kejadian ini menyoroti pentingnya upaya perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di Papua Pegunungan. Semoga tragedi ini menjadi pembelajaran berharga untuk menciptakan lingkungan yang aman dan damai.





