Presiden Donald Trump kembali melontarkan kecaman keras terhadap Iran terkait program nuklirnya. Ia menuduh Iran sengaja memperlambat negosiasi nuklir dengan AS.
Tuduhan Trump: Iran Sengaja Memperlambat Negosiasi
Trump menyampaikan tuduhan tersebut setelah Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, bertemu pejabat senior Iran di Oman. Pertemuan ini disebut berlangsung positif oleh kedua belah pihak.
Pertemuan di Oman dan Rencana Pertemuan Selanjutnya
Meskipun kedua negara menyebut pertemuan di Oman sebagai “positif” dan “konstruktif”, Trump tetap bersikeras Iran harus menghentikan ambisi nuklirnya. Rencana pertemuan selanjutnya akan digelar di Roma, Italia.
Tujuan Pertemuan: Eksplorasi Kesepakatan Potensial
Diskusi di Oman bertujuan mengeksplorasi kemungkinan kesepakatan, termasuk kerangka kerja luas mengenai kesepakatan potensial tersebut. Pertemuan tersebut merupakan upaya untuk mencari jalan keluar dari kebuntuan negosiasi nuklir.
Ancaman Militer AS terhadap Iran
Trump menegaskan Iran tak boleh memiliki senjata nuklir. Ia bahkan secara terbuka menyatakan kemungkinan serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran sebagai opsi.
Respons Keras Jika Iran Tak Bergerak Cepat
Trump memperingatkan Iran agar segera menghentikan program nuklirnya. Ia menilai Iran sudah “cukup dekat” untuk mengembangkan senjata nuklir.
Sejarah Negosiasi Nuklir AS-Iran
Negosiasi nuklir AS-Iran telah berlangsung selama beberapa pemerintahan. Namun, kemajuan yang dicapai selama pemerintahan Presiden Joe Biden terbilang minim.
Kesepakatan Nuklir 2015 dan Penarikan AS
Negosiasi terakhir yang signifikan terjadi pada era Presiden Barack Obama yang menghasilkan kesepakatan nuklir 2015. Namun, kesepakatan ini kemudian dibatalkan oleh Trump.
Negosiasi nuklir AS-Iran masih jauh dari kata selesai. Pernyataan keras Trump menunjukkan meningkatnya ketegangan antara kedua negara dan potensi konflik militer semakin nyata. Keberhasilan negosiasi bergantung pada kesediaan kedua belah pihak untuk berkompromi dan mencari solusi damai. Masa depan program nuklir Iran serta hubungan AS-Iran akan terus menjadi sorotan dunia.





