Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, memberikan apresiasi kepada Bareskrim Polri atas keberhasilannya mengungkap kasus penyelundupan 192 kilogram sabu dari jaringan internasional Malaysia-Indonesia di Aceh.
Rano menilai tindakan cepat dan terukur Dittipid Narkoba Bareskrim Polri ini menunjukkan komitmen Polri dalam penegakan hukum, khususnya terhadap kejahatan transnasional.
Pengungkapan Kasus Sabu 192 Kg: Baru Permulaan
Rano menekankan bahwa penangkapan kurir dan penyitaan sabu hanyalah langkah awal.
Ia mendesak agar penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan juga mengungkap aktor intelektual di baliknya.
Mencari Aktor Intelektual dan Pemodal
Identifikasi pemodal, koordinator lintas negara, dan kemungkinan keterlibatan oknum aparat negara menjadi fokus utama.
Proses penyelidikan yang akuntabel dan transparan juga perlu dipastikan.
Pentingnya _Asset Tracing_ dan Kerja Sama Internasional
Penelusuran aset hasil kejahatan (_asset tracing_) penting untuk memperlemah jaringan narkoba, sesuai UU TPPU.
Kerja sama internasional, khususnya dengan aparat penegak hukum Malaysia dan negara transit lainnya, perlu diperkuat untuk memutus rantai pasok narkotika.
Bareskrim Polri Tangkap Kurir, Kembangkan Kasus
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penangkapan satu kurir dan penyitaan 192 kg sabu.
Penangkapan dilakukan di Jalan Raya Banda Aceh-Medan Bireun, Aceh, pada 8 April 2025, oleh Tim Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bekerja sama dengan Bea Cukai.
Ancaman Narkoba dan Pengawasan DPR
Rano melihat keberhasilan pengungkapan kasus ini sebagai prestasi sekaligus pengingat betapa nyata ancaman narkoba bagi Indonesia.
Komisi III DPR akan terus mengawasi dan mendukung penguatan kelembagaan Polri dalam penegakan hukum dan perlindungan masyarakat.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen nyata aparat dalam memberantas jaringan narkoba internasional. Namun, tantangan masih besar, dan kerja sama yang kuat antar lembaga dan negara sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif dan berkelanjutan. Penguatan sistem penegakan hukum dan pencegahan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang dalam melawan peredaran narkoba.





