Pencurian pelat besi jembatan penyeberangan orang (JPO) kembali terjadi di Jakarta. Kali ini, JPO Daan Mogot, Jakarta Barat, menjadi korban. Pelat besi anak tangga hilang sehingga kondisi JPO tampak amburadul.
JPO Daan Mogot dan Kampung Bandan dalam Kondisi Rusak Parah
Video amatir yang beredar di media sosial menunjukkan kondisi JPO Daan Mogot yang memprihatinkan. Sekitar 10 pelat besi anak tangga dilaporkan hilang, menyebabkan tangga bolong-bolong.
Kondisi serupa juga ditemukan di JPO Kampung Bandan. Beberapa pelat besi juga raib, sehingga anak tangga menjadi bolong dan terpaksa diberi papan pengganti.
Masyarakat kesulitan melintasi JPO tersebut karena kondisinya yang membahayakan. Netizen bahkan membandingkan pengalaman melintasinya dengan melewati rintangan di acara televisi “Benteng Takeshi” atau “Ninja Warrior”.
Upaya Perbaikan dan Penyelidikan Polisi
Dinas Bina Marga Jakarta langsung turun tangan memperbaiki JPO yang rusak. Satgas Bina Marga telah menyelesaikan perbaikan di JPO Daan Mogot dan akan melanjutkan ke JPO Kampung Bandan.
Kepala Dinas Bina Marga Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan bahwa perbaikan dilakukan secara bertahap. Perbaikan JPO Kampung Bandan akan segera dimulai setelah JPO Daan Mogot selesai.
Polisi dari Polsek Grogol Petamburan juga melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian pelat besi. Belum ada laporan resmi terkait peristiwa ini, namun kepolisian akan menyelidiki lebih lanjut untuk memastikan apakah ada unsur pidana.
Kapolsek Grogol Petamburan, Kompol Reza Hafiz Gumilang, menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga untuk proses perbaikan JPO. Penyelidikan akan fokus pada dugaan tindak pidana pencurian.
Dampak Pencurian dan Langkah Pencegahan
Kejadian ini menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat. JPO yang seharusnya aman dan nyaman menjadi berbahaya dan tidak layak pakai.
Selain perbaikan, perlu ada langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Peningkatan pengawasan dan pengamanan infrastruktur publik sangat penting.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya perawatan dan pemeliharaan infrastruktur secara berkala. Perbaikan yang cepat dan responsif dari pihak berwenang patut diapresiasi, namun pencegahan jauh lebih efektif.
Semoga kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk meningkatkan keamanan dan perawatan infrastruktur publik agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan masyarakat dapat menggunakan fasilitas umum dengan aman dan nyaman.





