Pengacara senior Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) berbagi pengalaman buruknya berurusan dengan pengacara Gregorius Ronald Tannur dan Lisa Rachmat. Dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Senin (21/4/2025), OC Kaligis mengungkapkan keengganannya untuk kembali berurusan dengan Lisa Rachmat.
Kesaksian OC Kaligis diberikan dalam sidang kasus dugaan suap terkait vonis bebas Ronald Tannur, dengan terdakwa mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar dan Lisa Rachmat. Penyidik Kejaksaan Agung sebelumnya memanggil OC Kaligis karena menemukan catatan “OC kasasi” saat penggeledahan kasus ini.
Pengalaman Buruk OC Kaligis dengan Lisa Rachmat
OC Kaligis menjelaskan, ia mengenal Lisa Rachmat sejak tahun 2008. Saat itu, ia menangani kasus Syekh Puji dan Lisa Rachmat mendekati OC Kaligis menawarkan jasa memperlancar perkara di MA.
Lisa Rachmat meminta uang sebesar Rp 1 miliar sebagai imbalan. OC Kaligis memberikan uang tersebut, tetapi Lisa Rachmat kemudian menghilang. Pengalaman ini meninggalkan kesan buruk bagi OC Kaligis.
Pada tahun 2023, Lisa Rachmat kembali menghubungi OC Kaligis untuk urusan lain. Namun, karena pengalaman buruk sebelumnya, OC Kaligis menolak untuk berurusan dengannya.
OC Kaligis juga menceritakan pengalaman lain yang melibatkan Lisa Rachmat dalam perkara kliennya, Isodorus. Kliennya tiba-tiba menarik kuasa, padahal telah disepakati pembagian 2,5% dari pemblokiran bank.
Ternyata, Lisa Rachmat menjadi pengacara pihak lawan. OC Kaligis yakin akan kalah karena mengetahui hubungan baik Lisa Rachmat dengan oknum pengadilan. Hakim di PN Jakut pun dinilai OC Kaligis memihak kepada Lisa Rachmat.
OC Kaligis bahkan melaporkan hakim tersebut karena menganggap putusan tidak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan. Ia kalah di tingkat Pengadilan Tinggi (PT).
Tuduhan Lisa Rachmat sebagai Makelar Kasus
Dalam kesaksiannya, OC Kaligis juga mendengar informasi bahwa Lisa Rachmat dikenal sebagai makelar kasus. Informasi ini didapat dari berbagai sumber, bukan pengalaman langsung OC Kaligis.
Jaksa penuntut umum menanyakan tentang pengetahuan OC Kaligis mengenai keterlibatan Lisa Rachmat dan Zarof Ricar dalam mengurus perkara di Mahkamah Agung. OC Kaligis menegaskan hanya mendengar informasi tersebut.
OC Kaligis menyatakan informasi tentang hubungan baik Lisa Rachmat dengan hakim-hakim semakin diperkuat setelah penangkapannya dalam kasus dugaan suap vonis bebas Ronald Tannur. Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut hanya kesimpulan berdasarkan informasi yang didengarnya.
Bantahan Keterlibatan OC Kaligis dalam Kasus Suap Ronald Tannur
OC Kaligis membantah terlibat dalam kasus suap vonis bebas Ronald Tannur. Ia menegaskan bahwa catatan “OC kasasi” yang ditemukan penyidik berkaitan dengan perkara lain yang ditanganinya, bukan kasus Ronald Tannur.
Jaksa penuntut umum mengkonfirmasi bahwa catatan tersebut merujuk pada perkara kasasi yang ditangani OC Kaligis, bukan kasus Ronald Tannur. OC Kaligis menegaskan kembali ketidakikutsertaannya dalam kasus tersebut.
Pengalaman OC Kaligis dengan Lisa Rachmat menjadi sorotan dalam sidang tersebut. Kesaksiannya memberikan gambaran tentang praktik-praktik yang terjadi di dunia hukum dan pentingnya transparansi dalam proses peradilan.
Kasus ini menyoroti pentingnya integritas dan profesionalisme dalam dunia hukum, serta perlunya pengawasan yang ketat untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan penegakan hukum. Pengalaman OC Kaligis menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kehati-hatian dalam berurusan dengan pihak-pihak yang terindikasi terlibat dalam praktik-praktik yang tidak etis.





