Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuka lowongan untuk posisi Ketua Umum (Ketum). Pengumuman ini disampaikan melalui media sosial, sebagai bagian dari persiapan Pemilu Raya dalam Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Juli mendatang.
Proses pencarian Ketum ini dilakukan secara terbuka dan transparan. PSI berkomitmen untuk membangun partai yang truly dimiliki oleh seluruh anggotanya.
Pemilu Raya PSI: Menuju Partai Super Terbuka
PSI akan menggelar Pemilu Raya untuk memilih Ketum secara langsung dengan sistem satu orang satu suara (1 suara). Sistem ini menandai komitmen PSI untuk mewujudkan demokrasi internal yang kuat.
Pemilihan ini dijadwalkan bertepatan dengan Kongres PSI di Solo pada bulan Juli 2025. Hasil Pemilu Raya akan diumumkan secara resmi selama Kongres tersebut.
Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menjelaskan bahwa Pemilu Raya ini merupakan langkah awal transformasi PSI menjadi “Partai Super Terbuka”. Hal ini menunjukkan niat PSI untuk lepas dari citra partai yang dikuasai oleh segelintir elit.
Syarat dan Mekanisme Pencalonan Ketum PSI
Calon Ketum PSI harus memiliki visi yang selaras dengan tujuan partai. Kriteria lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Proses pencalonan terbuka bagi kader PSI dan masyarakat umum yang memiliki visi sejalan. Persyaratannya adalah dukungan minimal dari 5 Dewan Pengurus Wilayah (DPW) tingkat provinsi dan 20 Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat kota/kabupaten.
Pemilihan Ketum akan dilakukan secara online atau e-vote. Sistem ini diyakini akan memudahkan proses pemilihan dan meningkatkan partisipasi anggota.
Transformasi Politik PSI dan Adaptasi Terhadap Zaman
Pemilu Raya ini merupakan bagian dari adaptasi PSI terhadap tuntutan zaman. Partai berupaya untuk semakin dekat dengan suara rakyat, terutama kalangan anak muda.
Andy Budiman menambahkan bahwa momen ini akan menjadi tonggak sejarah bagi PSI. Ia berharap dapat membangun tradisi politik baru yang lebih inklusif dan demokratis.
Dengan sistem Pemilu Raya ini, PSI ingin memastikan bahwa kepemimpinan partai benar-benar berasal dari suara mayoritas anggota. Hal ini menjadi bukti komitmen PSI terhadap transparansi dan akuntabilitas.
PSI berharap Pemilu Raya ini dapat memperkuat internal partai dan meningkatkan kepercayaan publik. Proses ini diharapkan akan melahirkan pemimpin yang mampu membawa PSI ke arah yang lebih baik dan lebih representatif bagi seluruh rakyat Indonesia.





