Program KB Serentak: Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Program KB Serentak: Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
Program KB Serentak: Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) berkolaborasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) meluncurkan Program Pelayanan KB Serentak. Program ini bertujuan meningkatkan akses terhadap layanan kontrasepsi di seluruh Indonesia.

Diinisiasi dalam rangka peringatan HUT IBI ke-74 dan Hari Bidan Internasional, program ini menargetkan satu juta akseptor hingga 31 Mei 2025. Prioritas diberikan pada pemasangan IUD dengan target rekor MURI 50.000 akseptor, serta layanan KB pascapersalinan.

Bacaan Lainnya

Capaian Internasional Program KB Pascapersalinan Indonesia

Indonesia meraih penghargaan internasional dari FP2030 pada tahun 2024 atas keberhasilan program KB Pascapersalinan (KBPP). Penghargaan ini diberikan atas capaian tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Keberhasilan ini bahkan menarik perhatian Pakistan. Pada April 2025, delegasi dari negara tersebut berkunjung ke Indonesia untuk mempelajari program KBPP. Menteri Dukbangga/BKKBN, Wihaji, menyatakan hal ini sebagai bukti kemampuan Indonesia dalam bidang kesehatan reproduksi.

Pentingnya Program KB bagi Pembangunan Keluarga dan SDM Berkualitas

Menteri Wihaji menekankan pentingnya pembangunan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa. Keluarga merupakan unit terkecil dan paling mendasar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia (SDM).

Program Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) menjadi kunci untuk menciptakan keluarga sehat, sejahtera, dan berdaya. Program ini tidak hanya mengatur kelahiran, tetapi juga berperan menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB) serta mencegah stunting.

Program KB juga mengajarkan perencanaan keluarga yang baik, mencegah “empat terlalu” (terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering, dan terlalu banyak melahirkan), dan menghindari kehamilan yang tidak direncanakan.

Peran Bidan sebagai Garda Terdepan dalam Pelayanan KB

Menteri Wihaji mengapresiasi peran bidan sebagai garda terdepan dalam mendampingi keluarga, memberikan edukasi, dan mencegah stunting. Keterlibatan bidan menjadi kunci keberhasilan Program Pelayanan KB Serentak.

Kemendukbangga/BKKBN berkomitmen menghadirkan layanan KB berkualitas ke seluruh pelosok Indonesia. Sasarannya adalah memastikan semua keluarga Indonesia mendapatkan akses layanan KB yang layak.

Ketua Umum PP IBI, Dr. Ade Jubaedah, mendukung penuh program ini. Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN dan IBI diwujudkan dalam slogan ‘Ada Bidan, Ada KB. Ada KB, Ada Bidan, Dalam Generasi Sehat Menuju Indonesia Emas’.

Program KB ini tidak hanya berfokus pada target kuantitas, tetapi juga mengedepankan kualitas layanan maksimal untuk masyarakat.

Peluncuran Program Pelayanan KB Serentak menandai komitmen Indonesia untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga. Kolaborasi antara pemerintah dan IBI diharapkan akan menghasilkan dampak signifikan bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.

Dengan fokus pada peningkatan akses layanan KB dan edukasi kepada masyarakat, program ini berpotensi besar dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah stunting. Hal ini sejalan dengan tujuan pemerintah untuk menciptakan generasi penerus yang sehat dan berkualitas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *