Tragedi Kebakaran Majalengka: Petani Tewas Selamatkan Uang

Tragedi Kebakaran Majalengka: Petani Tewas Selamatkan Uang
Tragedi Kebakaran Majalengka: Petani Tewas Selamatkan Uang

Tragedi kebakaran melanda sebuah rumah di Desa Gununglarang, Kecamatan Bantarujeg, Kabupaten Majalengka, Selasa dini hari (20/5/2025). Insiden ini mengakibatkan satu korban jiwa, seorang petani berusia 59 tahun bernama Momon, pemilik rumah tersebut.

Kejadian ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Kecepatan api merambat dan terbatasnya akses pemadaman menjadi faktor penyebab jatuhnya korban jiwa.

Bacaan Lainnya

Kronologi Kebakaran dan Upaya Penyelamatan

Sekitar pukul 01.30 WIB, istri korban, Sarmanah (54), terbangun karena mencium bau asap. Ia dan suaminya, Momon, berusaha menyelamatkan diri.

Namun, Momon kembali masuk ke dalam rumah untuk mengambil uang dan barang berharga. Meskipun dilarang Sarmanah, Momon tetap nekat.

Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian rumah. Sarmanah berteriak meminta tolong. Warga sekitar, termasuk Mulyadi, berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.00 WIB oleh warga. Anak korban, Haryana Hiswanto, mencoba menyelamatkan ayahnya namun atap rumah runtuh.

Kondisi Korban dan Hasil Investigasi

Momon ditemukan dalam keadaan terlentang dan masih bernapas, namun akhirnya meninggal dunia. Tim medis Puskesmas Bantarujeg menyatakan korban mengalami luka berat di kepala dan kekurangan oksigen.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Inafis Polres Majalengka menunjukkan kebakaran diduga akibat korsleting listrik di atap kamar depan.

Api dengan cepat menyebar dan membakar habis rumah berukuran 10 x 6 meter tersebut. Tidak ada bangunan lain yang terdampak.

Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta. Keluarga korban menolak autopsi dan jenazah dimakamkan di pemakaman umum Blok Gununglarang.

Tanggapan Pihak Kepolisian dan Penanganan Pasca-Kebakaran

Kapolsek Bantarujeg, AKP Baban Kurbandi, membenarkan kejadian tersebut. Pihak kepolisian telah melakukan serangkaian penyelidikan.

Proses penyelidikan meliputi pengumpulan keterangan saksi, pembuatan laporan kejadian, dan pengamanan TKP. Petugas dari berbagai instansi turut membantu.

Unsur Muspika Bantarujeg, TAGANA, Puskesmas, dan aparatur desa ikut serta dalam penanganan pasca-kebakaran. Hal ini menunjukkan sinergi yang baik dalam penanggulangan bencana.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di rumah. Perawatan instalasi listrik dan detektor asap sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa.

Selain itu, pentingnya pemahaman prosedur evakuasi dan pemadaman dini perlu disosialisasikan secara lebih masif kepada masyarakat. Kerjasama warga dalam menanggulangi bencana juga berperan penting dalam meminimalisir korban jiwa dan kerugian materi.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa waspada dan lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar. Dukungan dan empati kepada keluarga korban juga sangat dibutuhkan di masa sulit ini.

Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi duka cita ini. Semoga kejadian ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *