BRI: Garda Terdepan Penyalur BSU, Dukung Program Pemerintah

Pemerintah Indonesia kembali menggelontorkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebagai upaya untuk mendorong perekonomian nasional. Program ini ditujukan untuk membantu pekerja dengan penghasilan rendah agar tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia, kembali ditunjuk sebagai penyalur dana BSU tahun ini. Hal ini menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas BRI dalam menjangkau masyarakat luas.

Bacaan Lainnya

BRI Kembali Jadi Penyalur BSU: Memperkuat Komitmen Terhadap Rakyat

BRI menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program strategis pemerintah, termasuk penyaluran BSU. Peran ini sejalan dengan visi BRI untuk selalu hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia.

Agustya Hendy Bernadi, Corporate Secretary BRI, menegaskan komitmen perseroan dalam keterangan resminya. BRI siap memperkuat perannya sebagai agen pembangunan dengan menyediakan layanan keuangan yang mudah diakses, aman, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Jaringan Distribusi Luas BRI: Menjangkau Seluruh Penerima BSU

BRI memiliki jaringan distribusi yang luas dan terintegrasi, memastikan kemudahan akses bagi seluruh penerima BSU. Penerima bantuan dapat mencairkan dana melalui berbagai kanal yang tersedia.

Beberapa kanal pencairan dana tersebut antara lain ATM BRI, aplikasi BRImo, mesin CRM/EDC, dan lebih dari 1,19 juta Agen BRILink yang tersebar di seluruh Indonesia. Hal ini memungkinkan penyaluran BSU hingga ke pelosok negeri.

Kehadiran super apps BRImo dan jaringan Agen BRILink yang meluas membuat proses pencairan dana menjadi lebih mudah, cepat, dan inklusif. Bahkan, masyarakat di daerah yang belum terjangkau kantor cabang BRI pun dapat dengan mudah mengakses bantuan ini.

Sejarah Penyaluran BSU oleh BRI dan Kriteria Penerima Tahun 2025

Ini bukan kali pertama BRI ditunjuk sebagai penyalur BSU. Pada tahun 2020 dan 2022, BRI telah sukses menyalurkan bantuan ini kepada jutaan pekerja.

Pada 2020, BRI menyalurkan BSU kepada sekitar 1,4 juta pekerja. Kemudian, pada 2022, cakupan penyaluran semakin luas, mencapai 3,2 juta pekerja dengan total nilai Rp1,92 triliun.

Penyaluran BSU tahun ini kembali didasarkan pada data terintegrasi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp10,72 triliun dari APBN untuk BSU tahun 2025.

Pemerintah memberikan BSU senilai Rp300.000 per bulan kepada 17,3 juta pekerja dengan gaji kurang dari Rp3,5 juta per bulan. Bantuan juga diberikan kepada 288.000 guru honorer di Kemendikbudristek dan 277.000 guru honorer di Kemenag.

Penerima BSU tahun 2025 harus memenuhi beberapa kriteria, sesuai Permenaker No 5 Tahun 2025. Kriteria tersebut antara lain Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK yang aktif, peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga April 2025, bergaji maksimal Rp3,5 juta per bulan, dan bukan ASN, TNI, atau Polri. Selain itu, penerima tidak boleh menerima bantuan sosial lain seperti PKH.

Bantuan subsidi upah akan disalurkan sekaligus pada Juni 2025.

Dengan pengalaman dan jaringan yang luas, BRI siap menjalankan amanah ini dengan baik. Penyaluran BSU melalui BRI diharapkan dapat menjangkau seluruh penerima manfaat secara tepat sasaran dan efisien, memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Indonesia.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *