Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mencari Ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun, di acara halalbihalal partai. Ketidakhadiran Misbakhun menjadi perhatian Bahlil.
Misbakhun Batalkan Marathon Boston Demi Golkar
Misbakhun berencana mengikuti Boston Marathon di Amerika Serikat. Ia bahkan telah meminta izin kepada Bahlil sebelum keberangkatannya.
Namun, mengetahui dirinya dicari Bahlil, Misbakhun langsung membatalkan rencana tersebut. Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dari Jepang.
Kepentingan Partai di Atas Pribadi
Bagi Misbakhun, panggilan dari Ketua Umum Partai Golkar lebih penting daripada mengikuti marathon. Ia memprioritaskan kepentingan partai dan negara.
Sebagai politikus, Misbakhun merasa kewajiban mengabdi kepada negara dan partai berada di atas segalanya. Ia siap melepas kepentingan pribadi demi kepentingan yang lebih besar.
Reshuffle Pengurus Partai Golkar
Bahlil sebelumnya sempat menyinggung soal kemungkinan reshuffle kepengurusan partai. Sistem pergantian pengurus di Golkar, menurutnya, mirip dengan pergantian kabinet.
Pergantian pengurus partai tidak perlu menunggu waktu lama, bahkan bisa dilakukan segera. Hal ini disampaikan Bahlil di acara halalbihalal Golkar.
Reaksi Bahlil atas Ketidakhadiran Misbakhun
Bahlil menyinggung ketidakhadiran Misbakhun dalam konteks kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang merugikan Indonesia.
Bahlil menyatakan bahwa Golkar membutuhkan pemikir ekonomi yang selalu siap memberikan pendapatnya, bukan pelari maraton. Pernyataan ini disampaikan dengan nada bercanda namun tetap tegas.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya loyalitas dan dedikasi kader dalam partai politik. Prioritas Misbakhun terhadap kepentingan partai menunjukkan komitmennya sebagai politisi. Meskipun hobi maraton merupakan aktivitas positif, kewajiban sebagai kader partai lebih diutamakan.





