Iran Dekati Bom Nuklir: Peringatan Keras Badan Pengawas PBB

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan Iran semakin dekat dengan kemampuan memproduksi senjata nuklir. Meskipun masih ada jalan panjang, kepala IAEA, Rafael Grossi, mengakui kemajuan signifikan Teheran.

Iran Dekati Kemampuan Produksi Senjata Nuklir

Pernyataan ini disampaikan Grossi usai kunjungannya ke Teheran pada 16 April 2025. Ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membahas perkembangan program nuklir Iran.

Bacaan Lainnya

Grossi menggambarkan situasi ini seperti teka-teki. Iran telah mengumpulkan sebagian besar “potongan” yang dibutuhkan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Pertemuan dengan Pejabat Iran

Kunjungan Grossi ke Teheran juga mencakup pertemuan dengan kepala badan energi nuklir Iran, Mohammad Eslami. Diskusi ini penting untuk memastikan transparansi dan verifikasi program nuklir Iran.

Dalam pernyataan di media sosial, Grossi menyebut pertemuan dengan Araghchi “penting”. Kerjasama dengan IAEA dinilai krusial untuk memberikan jaminan kredibel atas sifat damai program nuklir Iran.

Tuduhan Barat dan Bantahan Iran

Negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat, lama menuduh Iran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Teheran selalu membantah tuduhan tersebut, bersikeras program nuklirnya untuk tujuan damai.

Grossi menekankan pentingnya verifikasi klaim Iran. Hanya dengan verifikasi internasional, kepercayaan masyarakat internasional terhadap klaim Iran dapat terbangun.

Kesepakatan Nuklir 2015 yang Gagal

IAEA bertanggung jawab mengawasi kepatuhan Iran terhadap kesepakatan nuklir 2015. Kesepakatan tersebut gagal setelah Presiden AS Donald Trump menarik negaranya dari perjanjian tersebut.

Kegagalan kesepakatan nuklir 2015 semakin memperumit situasi dan meningkatkan kekhawatiran internasional terkait program nuklir Iran.

Pembicaraan Langsung Iran-AS

Kunjungan Grossi ke Teheran dilakukan menjelang pembicaraan langsung kedua antara Iran dan AS pada 19 April 2025. Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tingkat tinggi pertama.

Kedua negara menyebut pertemuan pertama “konstruktif”. Hasil pembicaraan ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan membuka jalan menuju solusi diplomatik.

Kedekatan Iran dengan kemampuan memproduksi senjata nuklir menimbulkan kekhawatiran global. Peran IAEA dalam memverifikasi program nuklir Iran menjadi semakin penting, demikian pula upaya diplomasi antara Iran dan AS untuk menemukan solusi damai dan mencegah potensi eskalasi konflik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *