Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan kegiatan Silaturahride bersepeda bersama komunitas besok akan mematuhi aturan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap peraturan, termasuk larangan melintasi Jalan Layang Non Tol (JLNT) Casablanca untuk pesepeda.
Silaturahride Gubernur DKI: Rute Gowes Tanpa Pelanggaran
Pramono Anung, yang hanya menjadi peserta, menegaskan bahwa komunitas sepeda lah yang menginisiasi acara tersebut. Ia menekankan komitmennya untuk memastikan tidak ada pelanggaran aturan selama kegiatan berlangsung.
Ia membantah kabar bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang menentukan rute. Rute gowes sepenuhnya dirancang oleh komunitas sepeda, dan Dishub tidak terlibat dalam perencanaan rute.
Konfirmasi Dishub DKI Jakarta
Dishub DKI Jakarta telah mengonfirmasi bahwa rute Silaturahride akan diubah agar tidak melewati JLNT Casablanca. Keputusan ini diambil setelah muncul penolakan dari beberapa komunitas sepeda terkait penggunaan JLNT yang dianggap melanggar aturan.
Kepala Dishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan alasan perubahan rute. Hal ini dilakukan karena masih ada masyarakat yang keberatan penggunaan JLNT Casablanca untuk kegiatan bersepeda.
Rute Gowes yang Baru
Rute gowes Silaturahride akan disesuaikan, melewati jalan protokol di Jakarta. Rute baru ini akan dimulai dari Balai Kota Jakarta dan melewati beberapa titik ikonik di Jakarta.
Rute yang akan dilalui meliputi Bundaran Patung Kuda, Bundaran HI, Simpang Susun Semanggi, dan Bundaran Senayan. Setelah itu, rombongan akan kembali ke Balai Kota Jakarta.
Sebelumnya, rencana rute melewati JLNT Casablanca memicu kontroversi. Beberapa komunitas sepeda menilai penggunaan JLNT untuk bersepeda melanggar aturan dan tidak aman.
Komitmen Keselamatan dan Kepatuhan Aturan
Perubahan rute ini menunjukkan komitmen penyelenggara untuk memastikan keselamatan peserta dan kepatuhan terhadap peraturan. Hal ini juga menunjukkan responsif terhadap aspirasi masyarakat.
Dengan perubahan rute ini, diharapkan kegiatan Silaturahride dapat berlangsung lancar dan aman tanpa menimbulkan masalah. Semua peserta diharapkan untuk mematuhi peraturan lalu lintas selama bersepeda.
Kesimpulannya, acara Silaturahride Gubernur DKI Jakarta dengan komunitas sepeda telah menyesuaikan rute agar sesuai aturan dan tidak melewati JLNT Casablanca. Hal ini menunjukkan pentingnya kolaborasi dan responsif terhadap aspirasi publik dalam penyelenggaraan kegiatan masyarakat.





