Pameran Franchise and License Expo Indonesia (FLEI) Business Show 2025 resmi dibuka pada 16 Mei 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Pameran ini berlangsung hingga 18 Mei, menawarkan kesempatan berharga bagi para pelaku usaha, calon pebisnis waralaba, investor, dan praktisi industri.
Acara ini menjadi wadah ideal bagi siapapun yang ingin memulai, mengembangkan, atau memperluas bisnis mereka di bidang waralaba. Namun, di tengah peluang emas ini, penting untuk waspada terhadap potensi penipuan yang masih mengintai.
Waspada Penipuan Waralaba: Pilih Bisnis yang Terpercaya
Levita G Supit, Chairwoman Indonesia Franchise & License Society (Perhimpunan WALI), menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih bisnis waralaba. Model waralaba memang terbukti adaptif, namun potensi penipuan masih menjadi ancaman nyata.
Hal ini diperkuat dengan kasus penipuan berkedok waralaba di Kulon Progo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Kasus tersebut mengakibatkan puluhan orang mengalami kerugian hingga Rp 300 juta.
Tips Memilih Waralaba yang Aman dan Menguntungkan
Levita memberikan beberapa tips penting untuk menghindari jebakan investasi waralaba bodong.
- Periksa Jejak Bisnis: Pastikan bisnis waralaba tersebut telah memiliki banyak cabang yang beroperasi. Hindari waralaba yang baru berdiri dan belum teruji.
- Verifikasi Izin Resmi: Pastikan waralaba memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (SPTW) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2024 tentang Waralaba. SPTW menjadi bukti legalitas dan keberhasilan bisnis tersebut.
- Jangan Terburu-buru: Lakukan riset menyeluruh sebelum memutuskan berinvestasi. Jangan tergiur dengan iming-iming keuntungan cepat tanpa melakukan verifikasi.
Kasus Penipuan Waralaba di Kulon Progo: Pelajaran Berharga
Kasus penipuan di Kulon Progo melibatkan seorang tersangka, Edi (EP), yang menawarkan waralaba mi ayam, bakso, dan alat terapi kesehatan. Modus operandi yang digunakan sangat licik.
Korban dijanjikan bisnis yang mudah dikelola dan menghasilkan keuntungan besar tanpa harus repot mengurus operasional. Tersangka bahkan membuat badan usaha fiktif dan warung percontohan yang ternyata bermasalah.
Kerugian yang dialami korban mencapai ratusan juta rupiah. Kepolisian telah menangkap tersangka dan tengah menangani kasus ini secara serius.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan menyelidiki lebih lanjut terkait jaringan pelaku dan kemungkinan adanya korban lain. Modus penipuan yang digunakan pelaku sangat sistematis sehingga perlu kewaspadaan lebih dari masyarakat.
Para korban diiming-imingi keuntungan besar dengan sistem autopilot, di mana mereka hanya perlu menerima hasil tanpa harus bekerja keras. Namun, janji manis tersebut hanya tipu daya untuk menjerat korbannya.
Kasus ini menjadi pengingat penting betapa pentingnya melakukan verifikasi dan riset mendalam sebelum berinvestasi di bisnis waralaba. Jangan mudah tergiur oleh janji manis tanpa bukti yang jelas.
FLEI Business Show 2025 diharapkan dapat memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih baik bagi masyarakat mengenai bisnis waralaba yang aman dan menguntungkan. Dengan informasi yang tepat dan kehati-hatian, masyarakat dapat menghindari kerugian akibat penipuan waralaba.
Semoga dengan adanya pameran ini, masyarakat dapat lebih bijak dan terhindar dari praktik-praktik penipuan yang merugikan. Pentingnya riset dan verifikasi sebelum berinvestasi harus selalu diutamakan.





