PT Waskita Karya (Persero) Tbk, perusahaan konstruksi Indonesia dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, telah memainkan peran penting dalam perluasan Masjidil Haram di Makkah, Arab Saudi.
Proyek ini, bagian dari King Abdullah Makkah Extension (KAME), merupakan salah satu bukti nyata kontribusi Waskita Karya dalam pembangunan infrastruktur skala global.
Perluasan Mataf Masjidil Haram: Sebuah Proyek Bersejarah
Waskita Karya berperan dalam menambah jumlah lantai Masjidil Haram dari tiga menjadi sembilan.
Perusahaan ini juga bertanggung jawab atas desain, fabrikasi besi, dan khususnya perluasan area mataf, tempat jemaah bertawaf mengelilingi Ka’bah.
Sebelum renovasi, mataf hanya mampu menampung 48.000 jemaah. Kini, kapasitasnya meningkat signifikan hingga 105.000 jemaah.
Peningkatan kapasitas ini sangat signifikan, terutama selama bulan Ramadan, khususnya pada sepuluh malam terakhir, ketika jumlah jemaah meningkat drastis.
Proyek perluasan mataf ini memiliki nilai kontrak sebesar 59 juta riyal Saudi, atau sekitar Rp 259,9 miliar (dengan kurs Rp 4.400).
Waskita Karya menggunakan metode formwork slab dan cantilever beam dalam proyek ini, dengan material seperti panel baja, plywood, dan peri kayu.
Jejak Waskita Karya di Arab Saudi dan Timur Tengah
Keberhasilan Waskita Karya dalam proyek perluasan Masjidil Haram bukan satu-satunya prestasi mereka di Timur Tengah.
Mereka juga terlibat dalam pembangunan King Saud Fitness College (2011) dan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College (2009) di Riyadh.
Nilai kontrak untuk proyek King Saud Fitness College mencapai 16 juta riyal Saudi, sementara proyek King Saud University bernilai 50 juta riyal Saudi.
Waskita Karya juga turut membangun King Abdullah Financial District (KAFD) di Arab Saudi (2010-2012), sebuah pusat keuangan modern seluas 61,2 meter persegi dengan 31 lantai.
Gedung KAFD dirancang dengan konsep hijau dan hemat energi, menggunakan teknologi Light Emitting Diode (LED) untuk pencahayaan.
Pengalaman internasional Waskita Karya juga mencakup proyek-proyek di Uni Emirat Arab, seperti Burj View Development di Dubai dan Abu Dhabi Financial Centre-Podium & Stock Exchange.
Partisipasi Waskita Karya dalam proyek-proyek berskala besar di Timur Tengah menunjukkan kapabilitas dan reputasi perusahaan di kancah internasional. Keberhasilan mereka dalam perluasan Masjidil Haram menjadi bukti nyata kontribusi Indonesia dalam pembangunan infrastruktur di tempat-tempat suci bagi umat Islam di seluruh dunia. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi proyek-proyek pembangunan infrastruktur lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat global.





