Di berbagai penjuru dunia, ular tak hanya dianggap sebagai hewan berbahaya. Di beberapa negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, dan Tiongkok, ular justru menjadi bahan makanan yang populer. Olahannya beragam, mulai dari sup hingga abon.
Di Jepang, khususnya, ular beracun jenis Habu—yang banyak ditemukan di Okinawa—telah menjadi hidangan unik dengan harga yang cukup fantastis. Salah satu olahannya yang populer adalah ular goreng.
Ular Habu: Racun Mematikan, Rasa Menggoda
Ular Habu dikenal karena racunnya yang mengandung sitoksin dan hemoragi. Komponen ini bisa menyebabkan mual, muntah, hingga penurunan fungsi motorik.
Meskipun berbahaya, ular Habu justru menjadi bahan makanan favorit sebagian masyarakat Jepang. Popularitasnya sebagai bahan makanan, bahkan campuran minuman, cukup tinggi di sana.
Fried Habu: Kelezatan Ular Goreng Khas Amami Oshima
Di daerah Amami Oshima, tepatnya di distrik hiburan Yanigawa Street, banyak restoran menyajikan menu berbahan dasar ular Habu. Hidangan ini lebih banyak dikonsumsi oleh penduduk lokal.
Olahan paling populer adalah ‘Fried Habu’, atau ular goreng. Seporsi Fried Habu, yang berisi tiga potong daging ular goreng garing, dibanderol dengan harga 2000 yen atau sekitar Rp 225.000.
Harga tersebut terbilang mahal untuk ukuran makanan berbahan dasar ular. Hal ini karena satu porsi hanya terdiri dari tiga potong kecil, dan daging ular itu sendiri memiliki banyak tulang.
Tekstur dan Rasa Fried Habu
Meskipun tampilannya mungkin sedikit mengerikan, rasa Fried Habu ternyata cukup mengejutkan. Teksturnya mirip dengan karaage, ayam goreng khas Jepang.
Rasanya gurih dan teksturnya sedikit lebih kenyal dibandingkan ayam. Perbedaan rasa tetap ada, namun kemiripannya dengan ayam goreng membuat Fried Habu lebih mudah diterima.
Lebih dari Gorengan: Beragam Olahan Ular Habu
Selain digoreng, daging ular Habu juga diolah menjadi kuah kaldu untuk sup. Proses pengolahannya tentu membutuhkan keahlian khusus untuk menghilangkan racunnya.
Karena banyak tulang, daging ular Habu memang tidak melimpah. Namun, rasa unik dan harga yang tinggi menjadi daya tarik tersendiri.
Di Indonesia sendiri, ular, khususnya ular kobra, juga diolah menjadi berbagai macam makanan, seperti sate, sop, hingga panggang. Hal ini menunjukkan bahwa di beberapa budaya, ular bukan sekadar ancaman, tetapi juga sumber protein yang unik dan lezat.
Meskipun ular Habu dikenal karena racunnya yang mematikan, proses pengolahan yang tepat membuat dagingnya aman dikonsumsi. Fried Habu menjadi bukti bahwa kuliner dapat mengeksplorasi bahan-bahan tak terduga dengan hasil yang lezat dan bernilai tinggi.
Minat terhadap kuliner eksotis seperti Fried Habu menunjukkan betapa beragamnya selera manusia dan bagaimana budaya setempat dapat memengaruhi persepsi terhadap makanan. Cita rasa yang unik dan proses pengolahan yang khusus menjadikan makanan ini sebagai pengalaman kuliner yang tak terlupakan.





