Media sosial di China, khususnya Douyin dan Weibo, seringkali menjadi lahan subur bagi tren-tren unik. Baru-baru ini, muncul tren yang cukup menarik perhatian: anak-anak yang aktif memasak dan mengurus orang tua mereka.
Tren yang disebut “Reverse Parenting” atau pola asuh terbalik ini mendapatkan sorotan luas, menunjukkan pergeseran dinamika keluarga di China.
Fenomena Yuanyuan dan Viralitas “Reverse Parenting”
Tren ini dipopulerkan oleh Yuanyuan, seorang siswa sekolah dasar dari Provinsi Liaoning. Ia merekam aktivitas kesehariannya dengan kamera kecil dan mengunggahnya ke media sosial.
Video-video Yuanyuan yang menarik dan menunjukkan aktivitasnya yang tidak biasa untuk anak seusianya, membuatnya memiliki lebih dari satu juta pengikut dalam waktu singkat.
Aktivitas Tak Biasa Yuanyuan: Masak, Belanja, dan Negosiasi
Dalam video-videonya, Yuanyuan terlihat melakukan berbagai hal yang biasanya dilakukan orang tua. Ia memulai hari dengan jalan kaki mengantar anjing tetangga untuk mendapatkan uang saku.
Sepulang sekolah, ia menelepon ibunya untuk menanyakan menu makan malam, lalu pergi ke pasar untuk berbelanja bahan makanan, bahkan mahir menawar harga dengan pedagang.
Sesampainya di rumah, Yuanyuan langsung memasak. Bukan makanan instan, melainkan masakan rumit seperti udang tumis dan iga babi rebus. Sementara itu, ibunya santai menonton televisi.
Keahlian memasak Yuanyuan ini menarik perhatian banyak netizen China.
Ekspansi Tren: Liburan Keluarga Hingga Perencanaan Jadwal
Tren “Reverse Parenting” semakin meluas. Tak hanya memasak dan berbelanja, video-video lain juga menunjukkan anak-anak menangani hal-hal lebih kompleks.
Mereka terlihat merencanakan liburan keluarga, memesan tiket, dan bahkan menyusun jadwal perjalanan. Hal ini mencerminkan perubahan pola asuh yang memberikan anak lebih banyak peran aktif.
Peran Orang Tua dan Tanggung Jawab Anak
Menurut pekerja sosial anak, Zhang Jianyong, tren ini menunjukkan perubahan dinamika keluarga di mana orang tua memberikan ruang dan tidak selalu dominan. Hal ini memungkinkan anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab.
Pro dan Kontra “Reverse Parenting”: Perdebatan di Media Sosial
Meskipun mendapat banyak pujian, “Reverse Parenting” juga menuai kontroversi. Sejumlah netizen berpendapat bahwa tren ini berlebihan.
Mereka merasa anak-anak tidak seharusnya menanggung tanggung jawab sebanyak itu, bahkan ada yang menyebutnya sebagai pertukaran peran di mana anak menjadi “orang tua”.
Terlepas dari pro dan kontra, “Reverse Parenting” telah menjadi topik hangat di media sosial China. Topik ini telah ditonton lebih dari 230 juta kali di Weibo.
Tren ini menunjukkan pergeseran pola asuh dan menimbulkan diskusi menarik tentang peran anak dan orang tua dalam keluarga modern.
Ke depannya, perlu kajian lebih mendalam untuk memahami dampak jangka panjang dari tren “Reverse Parenting” terhadap perkembangan anak dan dinamika keluarga di China.





