Gregoria Mariska Tunjung, pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, tengah fokus memulihkan kondisi fisiknya setelah sempat mengalami vertigo. Penyakit ini memaksanya absen dari beberapa turnamen, menimbulkan rasa kecewa namun juga menjadi momentum untuk pemulihan yang menyeluruh.
Kini, Gregoria terlihat mulai berlatih kembali. Ia mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan kesehatannya yang semakin membaik.
Perkembangan Kondisi Gregoria Mariska Tunjung
Gregoria mengaku sudah bisa mengikuti latihan, meskipun masih bertahap. Ia menyadari dibutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya setelah masa absen yang cukup panjang.
Pebulu tangkis kelahiran 11 Agustus 1999 ini berharap proses pemulihannya berjalan cepat dan vertigo tidak kambuh lagi. Prioritasnya saat ini adalah mengembalikan kebugaran fisiknya.
Kecewa karena melewatkan beberapa turnamen, Gregoria tetap optimis. Ia menargetkan untuk kembali berlaga di Japan Open 2025 mendatang.
Metode Akupuntur dan Fisioterapi
Dalam proses pemulihannya, Gregoria dibantu oleh PBSI dengan menjalani metode akupuntur. Pengobatan ini dijalani secara rutin, setiap satu minggu sekali.
Selain akupuntur, Gregoria juga menjalani latihan keseimbangan yang dibimbing oleh fisioterapis. Kombinasi pengobatan dan latihan ini diharapkan dapat mempercepat pemulihannya.
Gregoria merasakan kemajuan signifikan dalam kesehatannya. Ia kini sudah mampu melakukan aktivitas yang sebelumnya sulit dilakukan karena vertigo.
Dukungan dan Harapan untuk Indonesia Open 2025
Ketidakhadiran Gregoria di Indonesia Open 2025 tentu menyisakan rasa sedikit kecewa. Namun, ia tetap memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya.
Gregoria berharap Putri Kusuma Wardani dan Komang Ayu Cahya Dewi dapat meraih hasil maksimal. Ia juga mendoakan seluruh tim Indonesia agar bisa tampil gemilang di turnamen tersebut.
Dukungan Gregoria tidak hanya ditujukan kepada para atlet. Ia juga berharap para pelatih dan tim pendukung dapat saling bekerja sama untuk menghasilkan performa terbaik tim Indonesia secara keseluruhan.
Dengan semangat pantang menyerah dan dukungan dari berbagai pihak, Gregoria optimis dapat kembali ke lapangan dan menunjukkan performa terbaiknya. Perjuangannya untuk pulih dari vertigo menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Kisah Gregoria Mariska Tunjung ini tidak hanya menceritakan tentang perjuangan seorang atlet untuk kembali ke puncak performanya, tetapi juga sebuah gambaran tentang pentingnya kesehatan dan pemulihan yang holistik. Semoga Gregoria segera pulih sepenuhnya dan kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah bulu tangkis dunia.





