Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, belum menunjukkan performa terbaiknya dalam dua turnamen bulu tangkis Eropa terakhir.
Performa Apriyani Rahayu di Bawah Harapan
Setelah absen lama karena cedera pasca Olimpiade, Apriyani kembali berlaga di Orleans Masters dan All England 2025. Sayangnya, ia gagal mencapai hasil maksimal.
Bersama pasangannya, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Apriyani tersingkir di perempat final Orleans Masters dan babak 16 besar All England.
Kekecewaan Pelatih Nitya Krishinda Maheswari
Pelatih ganda putri, Nitya Krishinda Maheswari, menyatakan kekecewaannya terhadap penampilan Apriyani.
Nitya menilai Apriyani belum menunjukkan kualitas yang diharapkan, baik secara teknis maupun non-teknis.
Penarikan Diri dari Swiss Open 2025
Karena performa yang kurang optimal, Apriyani akhirnya ditarik dari Swiss Open 2025.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dan kemampuan Apriyani pasca operasi.
Evaluasi dan Persiapan untuk Masa Depan
Nitya menekankan perlunya persiapan lebih matang untuk Apriyani sebelum kembali berlaga.
Ia mengakui bahwa keinginan Apriyani untuk kembali bertanding sangat besar, namun kesiapan secara keseluruhan masih belum optimal.
Masa Depan Pasangan Apriyani/Fadia
Meskipun belum ada kepastian, Nitya mengungkapkan kemungkinan Apriyani akan tetap berpasangan dengan Fadia.
Namun, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan Apriyani dengan lebih baik untuk turnamen mendatang.
Kesimpulan
Kegagalan Apriyani Rahayu di dua turnamen Eropa menjadi pelajaran berharga. Pelatihnya, Nitya Krishinda Maheswari, akan fokus meningkatkan kesiapan Apriyani secara menyeluruh, baik dari aspek teknis maupun non-teknis, untuk menghadapi tantangan di turnamen berikutnya. Meskipun kinerja kurang memuaskan, fokus kini tertuju pada pemulihan dan peningkatan performa Apriyani untuk mencapai prestasi optimal di masa depan. Dukungan dan persiapan yang matang diharapkan mampu membawa Apriyani kembali ke puncak performa terbaiknya.





