Sirkuit Circuit of the Americas (COTA) di Austin, Texas, telah menjadi saksi bisu dominasi Marc Marquez di ajang MotoGP Amerika Serikat sejak 2013.
Setelah absen sejenak akibat pandemi pada 2020, balapan kembali bergulir dan Marquez terus menunjukkan kehebatannya di sirkuit ini.
Dominasi Marc Marquez di COTA
Dari 11 balapan MotoGP di COTA (tanpa menyertakan sprint race), Marc Marquez telah mengoleksi 7 kemenangan.
Rekor impresif ini menjadikan COTA sebagai sirkuit yang seolah menjadi miliknya.
Rival-Rival Marquez di COTA
Hanya tiga pembalap lain yang berhasil menorehkan kemenangan di COTA.
Alex Rins memiliki dua kemenangan, sementara Enea Bastianini dan Maverick Viñales masing-masing meraih satu kemenangan.
Dominasi Marquez ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pesaingnya, termasuk Francesco “Pecco” Bagnaia.
Tantangan Pecco Bagnaia di COTA
Pecco Bagnaia, pembalap pabrikan Lenovo Ducati, belum mampu menyaingi dominasi Marquez di COTA.
Prestasi terbaiknya di sirkuit ini hanyalah finis ketiga pada tahun 2021.
Prediksi CEO Ducati
CEO Ducati, Claudio Domenicali, mengakui bahwa Marquez diprediksi akan kembali unggul di MotoGP Amerika Serikat 2025.
Domenicali memprediksi Bagnaia baru akan menunjukkan performa terbaiknya di seri balapan selanjutnya.
Meskipun Bagnaia pernah memenangkan sprint race di COTA pada tahun 2023, ia mengalami crash di race utama.
Analisis dan Kesimpulan
Statistik kemenangan di COTA menunjukkan betapa sulitnya menandingi Marquez di sirkuit ini.
Karakteristik COTA yang tampaknya sangat cocok dengan gaya balap Marquez menjadi faktor kunci dominasinya.
Tantangan bagi Bagnaia dan pembalap lainnya adalah menemukan strategi untuk mengatasi dominasi Marquez di COTA dan meraih kemenangan di sirkuit yang dianggap sebagai “benteng” Marquez ini. Kemampuan beradaptasi dengan karakteristik sirkuit dan mengoptimalkan performa motor akan menjadi kunci keberhasilan mereka.
Dengan demikian, MotoGP Amerika Serikat 2025 di COTA akan menjadi laga menarik untuk menyaksikan apakah Marquez akan kembali berjaya atau pembalap lain dapat mencuri kemenangan di sirkuit yang dianggap sebagai “rumahnya” Marquez.





