Garuda Indonesia Group, meliputi Garuda Indonesia dan Citilink, mencatatkan lonjakan signifikan jumlah penumpang selama puncak arus mudik Lebaran 2025. Pada Jumat, 28 Maret 2025, tercatat 81.030 penumpang diangkut, meningkat 65,89% dari pekan sebelumnya.
Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 2025
Jumlah penumpang yang diangkut pada puncak arus mudik Lebaran 2025 mencapai angka yang mengesankan. Garuda Indonesia mengangkut 45.257 penumpang, sementara Citilink mengangkut 35.773 penumpang.
Total penerbangan yang dilakukan mencapai 478 penerbangan, termasuk 20 penerbangan tambahan dari Garuda Indonesia dan 7 penerbangan tambahan dari Citilink. Hal ini menunjukkan upaya maksimal untuk memenuhi tingginya permintaan selama periode mudik.
Strategi Garuda Indonesia Group dalam Menghadapi Puncak Arus Mudik
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menjelaskan bahwa kesuksesan dalam mengangkut jumlah penumpang yang besar ini tak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan.
Peningkatan frekuensi penerbangan pada rute populer, ketersediaan armada yang memadai, dan penguatan layanan di semua titik operasional menjadi kunci keberhasilan. Semua ini dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan para penumpang.
Penerbangan dari Jakarta
Dari Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, Garuda Indonesia Group mengangkut 31.843 penumpang pada hari Jumat, 28 Maret 2025. Garuda Indonesia sendiri mengangkut 17.224 penumpang, sedangkan Citilink mengangkut 14.619 penumpang.
Total penerbangan dari Jakarta mencapai 191 penerbangan, dengan 108 penerbangan dioperasikan oleh Garuda Indonesia dan 83 penerbangan oleh Citilink. Ketepatan waktu penerbangan mencapai rata-rata 90 persen.
Rute Tersibuk
Beberapa rute penerbangan mengalami trafik tinggi selama puncak arus mudik Lebaran 2025. Rute domestik tersibuk meliputi Padang, Kualanamu, Pangkalpinang, Surabaya, Denpasar, Tanjung Karang, Yogyakarta, Semarang, Solo, Makassar, dan Balikpapan.
Untuk rute internasional, Jeddah, Madinah, dan Doha menjadi tujuan yang ramai dipilih oleh para pemudik. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk pulang kampung dan melakukan perjalanan ibadah.
Proyeksi Arus Balik dan Kenaikan Angkutan Kargo
Garuda Indonesia Group memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 2025 akan terjadi pada Minggu, 6 April 2025, sesuai prediksi pemerintah. Persiapan matang dilakukan untuk menghadapi lonjakan penumpang pada periode arus balik.
Selain penumpang, angkutan kargo juga mengalami peningkatan selama periode mudik Lebaran 2025. Tercatat kenaikan 10 persen dibandingkan periode sebelum puncak arus mudik, dari 3.581 ton menjadi 3.976 ton.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kebutuhan pengiriman barang selama liburan. Jenis barang yang diangkut meliputi general cargo, produk perikanan dan laut, serta produk daging. Hal ini menunjukkan dampak positif dari peningkatan mobilitas masyarakat terhadap sektor logistik.
Keberhasilan Garuda Indonesia Group dalam menangani puncak arus mudik Lebaran 2025 menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan layanan penerbangan yang optimal dan handal bagi masyarakat Indonesia. Kesiapan yang matang dan strategi yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi lonjakan permintaan selama periode mudik dan balik.





