Sebuah video penari Coyote di Chiang Mai, Thailand, viral di media sosial dan memicu kontroversi. Rekaman tersebut memperlihatkan seorang penari perempuan mengenakan G-string melakukan tarian provokatif di atas rakit di Sungai Ping.
Tarian Provokatif di Depan Keluarga
Video tersebut diunggah oleh seorang selebgram lokal dan memperlihatkan penari tersebut menari di dekat pengunjung, termasuk keluarga dengan anak-anak. Aksi ini dianggap tidak pantas oleh banyak netizen.
Penari tersebut tampak menurunkan celana pendeknya, memperlihatkan bagian tubuhnya secara vulgar. Ketidakpedulian penari dan pengunjung sekitar terhadap situasi tersebut semakin menambah kemarahan publik.
Reaksi Publik dan Penghapusan Video
Warga Thailand ramai-ramai mengecam aksi tersebut di media sosial. Mereka menilai tarian tersebut tidak pantas dilakukan di tempat umum, terlebih di depan anak-anak.
Menanggapi kecaman tersebut, video yang viral tersebut akhirnya dihapus dari platform media sosial. Namun, kontroversi ini tetap berlanjut dan memicu perdebatan lebih luas.
Respons Pemerintah dan Pihak Terkait
Kepala Distrik Mae Rim, Watchara Thepkan, membela acara tersebut dengan alasan area tersebut telah memiliki izin untuk kegiatan pariwisata berbasis masyarakat. Namun, argumen ini dibantah oleh beberapa pihak.
Seorang turis anonim menyatakan ketidaksetujuannya, menyebut pertunjukan tersebut tidak pantas dilakukan di tempat umum yang juga digunakan oleh anak-anak dan remaja. Pernyataan ini mewakili sentimen banyak orang.
Penyelidikan dan Tindakan Lanjutan
Operator rakit mengaku tidak mengatur pertunjukan tersebut dan tidak mengetahui siapa yang menyewa penari. Mereka juga mengklaim tidak mengetahui asal muasal minuman keras yang dikonsumsi pengunjung.
Pihak berwenang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, area tersebut tampak sepi dan tidak ada aktivitas rakit. Sisa-sisa pesta seperti botol minuman keras dan piring kotor masih terlihat di sungai.
Dampak dan Implikasi Ke Depan
Peristiwa ini menjadi sorotan karena menunjukkan celah dalam pengawasan kegiatan pariwisata dan penerapan norma kesopanan di tempat umum. Kejadian ini diduga merupakan yang pertama kali terjadi di lokasi tersebut.
Insiden ini menimbulkan pertanyaan tentang pengawasan dan regulasi terhadap pertunjukan hiburan di lokasi wisata. Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya mempertimbangkan dampak sosial dan budaya dari kegiatan pariwisata.
Meskipun video tersebut telah dihapus, kontroversi ini mengingatkan akan pentingnya menjaga etika dan kesopanan di ruang publik, terutama di tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh keluarga dan anak-anak. Peristiwa ini diharapkan dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam industri pariwisata di Thailand.





