Setelah enam tahun absen, Maraton Internasional Pyongyang kembali digelar pada Minggu, 6 April 2025. Kehadiran pelari asing menandai kebangkitan pariwisata di negara yang selama ini tertutup tersebut.
Kembalinya Maraton Pyongyang: Sebuah Simbol Pembukaan Korea Utara
Sekitar 200 pelari asing, sebagian besar dari China dan Rumania, berpartisipasi dalam maraton ini. Kehadiran mereka menandai langkah signifikan dalam pembukaan Korea Utara setelah bertahun-tahun isolasi.
Simon Cockerell, manajer umum Koryo Tours, mengungkapkan bahwa para pelari asing telah berlatih di sebuah hotel di Pyongyang sebelum perlombaan. Koryo Tours sendiri merupakan mitra resmi Pyongyang Marathon dan membantu pendaftaran peserta internasional.
Partisipasi Internasional dan Implikasinya
Partisipasi pelari asing menunjukkan upaya Korea Utara untuk menarik wisatawan asing dan meningkatkan citra internasionalnya. Ini bisa menjadi indikasi perubahan kebijakan pariwisata yang lebih terbuka di masa depan.
Meskipun demikian, akses bagi wisatawan masih sangat terbatas. Ibu kota Pyongyang tetap belum sepenuhnya terbuka untuk pariwisata umum, meskipun beberapa kelompok turis Rusia telah diizinkan masuk sejak 2023.
Rute dan Suasana Maraton Pyongyang
Maraton ini berlangsung di pusat Kota Pyongyang, melewati berbagai landmark terkenal. Rute tersebut juga mencakup daerah pedesaan di luar pusat kota, sebelum kembali ke stadion.
Koryo Tours melaporkan bahwa sekitar 50.000 warga setempat memadati stadion untuk menyaksikan perhelatan tersebut. Kehadiran warga lokal menambah semarak dan menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap acara ini.
Makna Peringatan Ulang Tahun Kim Il Sung
Maraton Internasional Pyongyang diadakan untuk merayakan ulang tahun Kim Il Sung, pendiri Korea Utara, yang jatuh pada 15 April. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan tersebut.
Peringatan ini menjadi kesempatan bagi Korea Utara untuk menampilkan kebudayaan dan kemajuan negaranya kepada dunia internasional. Maraton ini menjadi salah satu cara untuk mempromosikan negara di mata dunia.
Korea Utara dan Langkah-Langkah Pembukaan Terbatas
Korea Utara menutup perbatasannya pada tahun 2020 di awal pandemi Covid-19. Penutupan ini berdampak signifikan terhadap perekonomian dan sektor pariwisata.
Pembukaan terbatas sejak tahun 2023 menunjukkan bahwa Korea Utara sedang secara bertahap melonggarkan pembatasan perjalanan. Namun, masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk membuka sepenuhnya sektor pariwisata.
Kembalinya Maraton Internasional Pyongyang setelah enam tahun menjadi sinyal positif bagi perkembangan pariwisata di Korea Utara. Namun, masih perlu dilihat seberapa jauh pembukaan ini akan berlanjut dan seberapa besar akses bagi wisatawan asing ke negara tersebut akan meningkat di masa mendatang. Keberhasilan maraton ini bisa menjadi tolok ukur bagi langkah-langkah pembukaan selanjutnya.





