Petugas Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar ramp check di Floating Market Lembang pada Kamis (3/4/2025). Sasarannya adalah kelaikan jalan kendaraan, khususnya bus pariwisata menjelang libur Lebaran.
Ramp Check di Floating Market Lembang: Bus Pariwisata Jadi Sasaran
Kegiatan ramp check rutin dilakukan Dishub KBB sebelum musim mudik dan libur Lebaran. Pemeriksaan meliputi kondisi kendaraan secara visual dan manual.
Petugas memeriksa berbagai aspek penting, seperti lampu utama, wiper, ban, sistem pengereman, dan kondisi minyak rem. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penumpang selama perjalanan.
Pemeriksaan Kelayakan Kendaraan
Pengecekan ban dan rem sangat krusial karena potensi bahaya jika terjadi kerusakan saat kendaraan melaju. Masa pakai ban dan minyak rem juga menjadi perhatian utama petugas.
Selain itu, petugas juga mengecek kekuatan pancar lampu, spooring balancing, dan speedometer. Uji emisi juga dilakukan untuk memastikan kendaraan ramah lingkungan.
Penindakan Klakson Telolet
Selama ramp check, ditemukan satu bus pariwisata yang memasang klakson telolet. Pemasangan klakson ini langsung ditindak oleh petugas.
Klakson telolet dinilai melanggar aturan lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Sopir bus tersebut diminta untuk segera melepas klakson tersebut.
Aturan penggunaan klakson tercantum dalam PP Nomor 55 Tahun 2012 tentang kendaraan. Suara klakson harus berada di rentang 83-118 desibel, pelanggaran dikenakan denda Rp 500.000.
Imbauan kepada Operator Bus
Dishub KBB mengimbau operator bus untuk tidak memasang klakson telolet meskipun ada permintaan dari penumpang, terutama anak-anak. Hal ini demi keselamatan bersama di jalan raya.
Ramp check kali ini tak hanya menyasar bus konvensional, tetapi juga bus pariwisata. Hal ini karena peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.
Kegiatan ramp check ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan lalu lintas, khususnya selama periode libur Lebaran. Dengan pemeriksaan yang menyeluruh, diharapkan potensi kecelakaan dapat diminimalisir.





