Lebaran 2024: Wisata Jawa Tengah Sepi? Ini Faktanya!

Kunjungan Wisatawan ke Jawa Tengah Turun 8 Persen Selama Lebaran 2025

Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Jawa Tengah (Jateng) selama Lebaran 2025 mengalami penurunan. Penurunan sekitar 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kepala Disporapar Jateng, Agung Haryadi, menyampaikan hal ini berdasarkan data kunjungan sejak 23 Maret hingga 6 April 2025.

Bacaan Lainnya

Jumlah Kunjungan Wisatawan Menurun Signifikan

Total kunjungan wisatawan ke destinasi wisata Jateng selama periode Lebaran 2025 mencapai 3,3-3,4 juta orang. Angka ini lebih rendah dibandingkan Lebaran 2024.

Penurunan jumlah wisatawan ini sejalan dengan penurunan jumlah pemudik yang kembali ke Jateng. Data dari jalur tol, udara, dan laut menunjukkan penurunan hingga 19 persen.

Masyarakat yang mudik lebih memprioritaskan silaturahmi keluarga. Hal ini menyebabkan minat mengunjungi obyek wisata berkurang.

Destinasi Wisata Terpopuler di Jateng Selama Lebaran 2025

Kota Lama Semarang menjadi destinasi wisata paling banyak dikunjungi, dengan total 224.134 pengunjung. Masjid Sheikh Zayed dan Masjid Agung Demak juga masuk dalam tiga besar destinasi terpopuler.

Dieng Banjarnegara, Candi Prambanan, Pantai Menganti Kebumen, Pantai Alam Indah Tegal, Guci Tegal, Pantai Karang Jahe Rembang, dan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri melengkapi sepuluh besar destinasi terpopuler. Data ini menunjukkan beragamnya pilihan wisata di Jateng.

Tren Wisata Gratis dan Dampaknya terhadap Pariwisata Jateng

Tren wisata gratis menjadi sorotan tahun ini. Masyarakat lebih memilih mengunjungi tempat wisata tanpa tiket masuk, seperti pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan ruang terbuka publik.

Berbagai upaya promosi dan peningkatan infrastruktur telah dilakukan Disporapar Jateng. Namun, penurunan daya beli masyarakat diduga menjadi penyebab utama penurunan jumlah wisatawan.

Pemerintah membantah efisiensi anggaran menjadi penyebab penurunan kunjungan wisata. Faktor lain yang turut memengaruhi adalah berdekatannya Lebaran 2025 dengan musim liburan lainnya.

Meskipun wisata gratis mendominasi, dampak positif tetap terlihat. UMKM kuliner, misalnya, tetap ramai dikunjungi. Hal ini menunjukkan potensi wisata yang tetap berkelanjutan.

Agung Haryadi berharap kunjungan wisata akan meningkat dalam beberapa hari ke depan. Namun, tren saat ini menunjukkan masyarakat lebih hemat dan selektif dalam berwisata. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pelaku pariwisata di Jateng.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *