Lumbung Berita
NEWS TICKER

Peringati Hari Wayang, FPK Pasuruan Ziarah ke Makam Dalang

Minggu, 6 November 2022 | 4:08 pm
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Hari Wayang Nasional diperingati secara berbeda oleh seniman dan budayawan Kabupaten Pasuruan, Minggu (6/11/2022).

Para seniman-budayawan yang tergabung dalam Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Pasuruan itu berziarah ke makam-makam dalang.

Dimulai dari nyekar ke makam dalang di Kecamatan Pandaan. Yakni makam dalang Ki Suncono dan Ki Kunto di Petungasri. Lalu bergeser ke makam Ki Supangkat di Sumber Gedang, dan makam Ki Suwoto Gozali di Tawangrejo.

Dari Pandaan, FPK Pasuruan bergerak ke Kecamatan Gempol. Di kecamatan ini tercatat ada tiga makam dalang yang terhitung sesepuh. Yaitu makam Ki Suparman, Ki Sulaiman (Karangrejo), dan Ki Sudarno (Kepulungan).

Bendahara FPK Pasuruan, Mulyono menjelaskan, pihaknya sengaja memperingati Hari Wayang Nasional dengan berziarah. Tujuannya untuk mengenang jasa dalang dalam melestarikan kesenian wayang.

“Kami ingin mengenang jasa-jasa beliau. Agar semangat beliau dalam melestarikan wayang dapat kami teladani,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Mul ini melanjutkan, tantangan wayang kedepan terhitung kompleks. Penontonnya masih banyak, tapi banyak pula yang enggan menggelar wayang.

Baca Juga : klik disini  Kapolresta Pasuruan Launching KTS dan Posko PPKM Mikro di Desa Ngabar Kraton

“Saat ini, wayang seperti koran. Orang tertarik melihat dan membaca, tapi enggan untuk beli. Artinya, penontonnya masih banyak, cuma untuk mengundang kesenian wayang itu berat. Karena biaya yang dikeluarkan juga terhitung besar, kisaran Rp20-40 juta,” paparnya.

Permasalahan ini, lanjutnya, tak bisa diselesaikan oleh satu pihak. Butuh keterlibatan beberapa stakeholder untuk kembali memasifkan kesenian wayang.

Salah satu yang punya peran strategis, ujarnya, adalah pemerintah. Keterlibatan pemerintah dalam menggalakan dan menggelar pertunjukan wayang akan berdampak signifikan terhadap kelestarian wayang.

“Teknisnya, mungkin bisa menggelar wayang lewat panitia sedekah desa atau apapun bentuknya, sehingga wayang masih terus eksis dan hadir di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, langkah FPK Pasuruan ini mendapat acungan jempol dari salah satu kerabat mendiang dalang, Taji.

Menantu dari Ki Supangkat ini menyatakan langkah FPK ini orisinal dan belum pernah dilakukan oleh pihak manapun.

“Selama ini belum ada pihak manapun yang memperingati Hari Wayang dengan berziarah ke makam sesepuh dalang. Terima kasih kepada FPK yang telah mendoakan para almarhum dalang,” urainya.

Baca Juga : klik disini  Pratiadhi Ucapkan "Selamat Ulang Tahun Cak Londo"

Ia berharap, kegiatan semacam ini tak berhenti sampai hari ini saja, melainkan berkelanjutan pada tahun-tahun berikutnya. Agar generasi penerus, sambungnya, terpacu untuk giat dan peduli dengan kesenian wayang.

“Saya harap terus berlanjut. Karena ini kegiatan yang positif. Kegiatan yang mengingatkan, bahwa kita punya leluhur yang punya peran penting dalam melestarikan kesenian wayang,” tutupnya.

Jurnalis: Indra

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA