Lumbung Berita
NEWS TICKER

Mendapatkan Cinderamata Dari Paguyuban PKL Pemandian Banyu Biru, Ini Yang Disampaikan Ketua PMII Pasuruan

Senin, 3 Oktober 2022 | 7:46 am
Reporter:
Posted by: Redaksi

Pasuruan_Lumbung-berita.com
Untuk kedua kalinya, paguyuban PKL pemandian alam Banyubiru melakukan kegiatan Tasyakuran di area Banyubiru di Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (2/10/2022).

Tasyakuran ini sekaligus pemberian cinderamata kepada Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Pasuruan atas advokasi dan pendampingan dalam mengawal pembukaan pemandian alam Banyubiru.

Sebagaimana diketahui, pemandian ikonik Kabupaten Pasuruan ini tutup selama dua tahun akibat pandemi.

“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh PMII Pasuruan sehingga pemandian alam Banyubiru dibuka kembali setelah tutup selama 2 tahun,” jelas Ketua Paguyuban, Joko Prasetyo.

Dalam kegiatan tersebut, para hadirin diajak memberi makan ikan-ikan yang ada didalam kolam. Pemberian makan ini, sebut Joko, sebagai berbagi kasih kepada sesama makhluk hidup.

“Tasyakuran ini sekaligus berbagi kasih kepada mahluk tuhan yang telah hidup dan besar didalam kolam ini (ikan-ikan),” sambungnya.

Joko melanjutkan, peran PMII dalam pembukaan Banyubiru cukup besar. Paguyubannya merasa sangat terbantu ketika tak ada perhatian dari pihak pemerintah.

Baca Juga : klik disini  Jelang Nataru, 58 Kendaraan Protolan diamankan Polresta Pasuruan

“PC PMII PASURUAN sudah mengawal dan mendampingi kami sampai dibukanya pemandian ini. Sebelumnya, kami tidak pernah dihiraukan oleh pemerintah. Jadi, kami bertekad akan membuat acara Banyubiru Bersholawat didalam pemandian ini,” bebernya.

Di tempat yang sama, Ketua Umum PC PMII PASURUAN, Iliyas Zidani mengaku bersyukur karena proses pengawalan pembukaan pemandian tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. PMII, lanjutnya, akan terus mengawal aspirasi dan keluhannya masyarakat.

“Alhamdulillah akhirnya pemandian ini dibuka kembali. Kami akan terus di sisi masyarakat. Karena apa yang menjadi harapan dan tangisan masyarakat merupakan harapan dan tangisan kami. Begitupun senyum masyarakat adalah senyum kami,” terangnya.

Sementara itu Co Biro Advokasi Hukum Ham dan Lingkungan PC PMII PASURUAN, Sahabat Musafir menyampaikan potensi lokal layaknya Banyubiru harus mampu digali dan dipahami oleh Pemda.

“Pemerintah seharusnya mampu memahami potensi-potensi lokal yang perlu digali untuk meningkatkan pendapatan daerah. Seperti Banyubiru. Pemandian ini pemandian alami dan merupakan aset daerah setelah pemandian Umbulan maupun Ranu grati,” paparnya.

Baca Juga : klik disini  Kecamatan Purwosari: Koestono Hadi dan Kasian jadi PJ Kades

Apalagi di masa sekarang, pandemi sudah berlalu. Artinya, penutupan pemandian alam Banyubiru dengan dalih Covid-19 sudah tidak patut diaminkan.

“Pemerintah sudah sangat melonggarkan kebijakan tersebut. Maka itu, kami berada di sini bersama masyarakat yang tidak dipenuhi hak-haknya oleh penguasa. Sebab ada masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari pemandian alam banyubiru ini sendiri,” tutupnya.

Sepemantauan Lumbung Berita, acara tersebut tersebut dihadiri oleh ketua Paguyuban PKL, Kepala Desa Sumberejo diwakili Sekdes, Ketua BPD, Ketua umum PC PMII Pasuruan beserta jajarannya, Ketua pemuda, bahkan komunitas sholawat yang meramaikan kegiatan tersebut.

Acara yang digelar di halaman pemandian berlangsung meriah dan mendapat apresiasi dari pengunjung, karena bertepatan dengan komunitas sholawat mengunjungi Banyubiru.

Jurnalis: Samhuri

Berita Lainnya

PT.REDAKSI LUMBUNG BERITA